Ini Solusi Apabila Rekening Penyaluran BSU Bermasalah

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2022 tahap kedua kepada 1,6 juta pekerja/buruh di seluruh Indonesia. Penyaluran tersebut dilakukan setelah pemadanan dan skrining data dari pihak Kemnaker.

"BSU tahap II ini merupakan kelanjutan tahap I lalu yang diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja/buruh dalam memenuhi kebutuhan hidupnya usai kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), sejak September tahun 2022 lalu, ujar Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, dalam keterangan resmi, Kamis (22/9).

Namun demikian, jika Anda belum menerima BSU tapi telah ditetapkan sebagai penerima BSU 2022, bisa jadi karena karena rekening Anda sudah tidak aktif lagi atau tidak valid.

Anda dapat menyampaikan pemutakhiran atau perbaikan data rekening melalui HRD atau perusahaan yang selanjutnya akan disampaikan perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Apabila telah melakukan pemutakhiran atau perbaikan data tidak dapat dilakukan, maka penyaluran BSU akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

"BSU Rekanaker gagal tersalurkan karena rekening bermasalah" ini solusinya," tulis @Kemnaker, Jumat (23/9).

BSU Tahap 2 Sudah Disalurkan

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah kembali meninjau secara langsung penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di dhiya Avia Prima Kota Tangerang, RM Ayam Goreng Suharti Jakarta Selatan, Baznas Kota Bogor, dan PT Venus Prima Sentosa Kota Bogor, hari ini Jumat (23/9).

"Alhamdulillah dari kunjungan di 4 titik hari ini, para pekerja sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan sudah mendapatkan BSU," kata Menaker dalam keterangan resmi, Jumat (23/9).

Ida mengatakan program BSU merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para pekerja dan pengusaha yang telah menyertakan para pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Karena kalau para pekerja tidak diikutkan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, berarti tidak ada jalan mendapatkan BSU," kata dia.

Tak hanya itu, BSU juga menjadi salah satu program untuk meringankan para pekerja dalam memenuhi keperluan sehari-hari sebagai akibat dari dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

"Ini adalah pengalihan subsidi BBM yang diterimakan langsung oleh para pekerja. Mudah-mudahan program ini memberikan manfaat untuk para pekerja di Indonesia," tambahnya. [idr]