Ini Sosok Mempelai Pria di Buku Nikah Febby Sharon, Bukan AKBP Aris Rusdiyanto

Merdeka.com - Merdeka.com - AKBP Aris Rusdiyanto telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Muara Enim. Namanya viral usai klaim seorang perempuan bernama Febby Sharon.

Febby menyebut telah dinikahi oleh AKBP Aris Rusdiyanto. Akan tetapi, hal ini pun dibantah langsung oleh Melani melalui kuasa hukumnya.

Bantahan yang dilakukan Antariksa, selaku kuasa hukum dari Melani ini dengan menunjukkan fotocopy buku nikah milik Febby Sharon serta kliennya itu. Dalam buku nikah tersebut, Febby Sharon tercatat menikah dengan seorang lelaki bernama Rusdiyanto kelahiran tahun 1977, asal Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam buku nikah ini, Febby Sharon tercatat menikah dengan Rusdiyanto di Kantor Urusan Agama (KUA) Tamansari, Jakarta Barat. Sedangkan, untuk Melani tercatat menikah dengan AKBP Aris Rusdiyanto di KUA Aceh Barat.

tim kuasa hukum melani istri akbp aris
tim kuasa hukum melani istri akbp aris

©2022 Merdeka.com

"Melani juga memegang Kartu Bhayangkari. Jika ini memang, kami yakin Melani merupakan istri yang sah dari Bapak Aris Rusdiyanto," kata Antariksa kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/11).

Sehingga, dengan adanya fotocopy buku nikah tersebut membuktikan jika Febby Sharon tidak pernah menikah dengan AKBP Aris Rusdiyanto.

"Isinya yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala KUA Tamansari menerangkan, Rusdiyanto dan Febby Sharon bahwa tersebut diatas ada pada kami tercatat pernikahannya Kecamatan Tamansari pada Jumat, 25 Januari, 13.00 Wib dan berdasarkan keterangan saksi-saksi calon suami yang hadir pada waktu pernikahan bukanlah Aris Rusdiyanto," jelasnya.

"Ini adalah surat yang dikeluarkan oleh KUA Tamansari. Dikeluarkan pada tanggal 24 November 2009, maka dengan adanya surat secara otomatis telah menjawab buku nikah yang di klaim Feby Sharon. Itu sekali lagi kami tegaskan bahwa Febby Sharon tidak pernah menikah dengan AKBP Aris. Karena sudah dibantah dengan surah ini," sambungnya.

Selain itu, AKBP Aris saat itu disebutnya sedang mengikuti pendidikan. Sehingga, tidak mungkin suami dari kliennya itu melangsungkan pernikahan pada 25 Januari 2008.

"Kemudian kami jelaskan pada 25 Januari 2008, AKBP Aris sedang menjalani pendidikan di PTIK," ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, Melani dan AKBP Aris pun kompak membuat laporan tersebut di Polda Sumatera Selatan. Dalam laporan itu, pasal yang diterapkan yakni Undang-Undang ITE.

"Iya (UU ITE) pasal saya belum lihat pasal berapa. Kemungkinan pencemaran nama baik atau berita bohong, (pemalsuan dokumen) mungkin nanti lihat perkembangan lanjutan," katanya. [rhm]