Ini Syarat untuk Dapat Pembiayaan UMi Bagi Penerima Bansos Pemerintah

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah menunjuk Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan untuk menjadi jembatan penyaluran pembiayaan kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial (bansos). Caranya melalui pembiayaan ultra mikro (UMi) yang disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

"Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha di Indonesia dan para pelaku usaha yang terdampak pandemi bisa naik kelas. Sehingga mereka yang selama ini ada di bawah garis kemiskinan bisa naik kelas," kata Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah di Graha MR21, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7).

Ririn menjelaskan, program UMi ini merupakan program pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini dibuat untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro yang belum mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.

"UMi ini merupakan program Pemerintah yang dananya dari APBN. Sasarannya masyarakat usaha yang paling bawah," kata Ririn.

Untuk itu, persyaratan untuk mendapatkan akses pembiayaan ini hanya menggunakan e-KTP dan tidak sedang menerima pembiayaan dari lembaga keuangan manapun. Utamanya dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Nah untuk mempermudah masyarakat yang menjadi sasaran UMi, maka syaratnya kita permudah dan semudah mungkin," kata dia.

Lebih lanjut, Ririn menyampaikan dalam program pembiayaan UMi para debitur dilengkapi dengan pendampingan. Fasilitas pendampingan berupa pemberian motivasi, pemberian pemahaman mengurus izin usaha, meningkatkan usahanya dan juga meningkatkan kualitas produknya.

"Manajemen keuangan yang biasanya masih bercampur dengan keuangan negara, kendala pelaku usaha ini akses pemasaran, makanya dalam pendampingan, pemasaran menjadi materi yang diberikan kepada para debitur," imbuhnya.

Tidak Salurkan Langsung ke Masyarakat

Adapun untuk penyalurannya, PIP tidak menyalurkan langsung kepada masyarakat, melainkan UMi disalurkan oleh mitra-mitra penyalur, yakni Lembaga Keuangan Bukan Bank. Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sedangkan untuk penyaluran secara tidak langsung bekerjasama dengan lembaga linkage.

Sebelumnya, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) pada semester I-2022 telah menyalurkan pembiayaan ultra mikro sebesar Rp 3,95 triliun. Pembiayaan tersebut telah dinikmati para debitur yang belum terakses jaringan perbankan sebanyak 1.005.295 debitur.

"Sampai semester I-2022 kami telah menyalurkan kepada 1.005.295 debitur," kata Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah di Graha MR21, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7).

Ririn mengatakan tahun ini PIP menargetkan 2 juta debitur menerima pembiayaan UMi. Artinya, capaian tersebut sudah mencapai separuh dari target.

Sehingga secara kumulatif sejak tahun 2017 sampai semester I-2022 ada 6,4 juta debitur dengan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp 22 triliun.

"Total debitur UMi PIP mencapai 6,4 juta debitur dengan nilai penyalurannya mencapai lebih dari Rp 22 triliun," kata Ririn. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel