Ini Syarat untuk Investor Bangun Ibu Kota Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Indonesia akan menerapkan kerangka kerja berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) dalam setia proyek pembangunan infrastrukturnya. Tak terkecuali untuk mega proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

"Jika kita ingin menarik dana dari swasta atau internasional, maka cara strategis adalah memenuhi standar kualitas, termasuk ESG itu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Launching of ESG and Manual di Movenpick, Jimbaran, Bali, Sabtu, (12/11).

Sekarang ini, kata Sri Mulyani pemerintah masih mengutamakan partisipasi pihak swasta dalam membangun IKN Nusantara. Sebab mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya akan membiayai sekitar 20 persen dari total kebutuhan pembangunan ibukota baru tersebut.

Meski mengandalkan pihak swasta, namun pemerintah akan selektif dalam memilih investor. Pemerintah akan mengedepankan kualitas investasi dan penerapan ESG-nya.

Kebijakan tersebut juga berlaku bagi kementerian yang menggarap pembangunan IKN. Salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menjadi pelaksana pembangunan IKN dan infrastruktur nasional.

"Jadi kita akan bersama-sama nanti dengan Kementerian PUPR yang banyak juga memegang projek IKN saat ini, nanti akan bersama-sama menerapkan (ESG)," kata dia.

Ciptakan Cara Hidup Baru

Sri Mulyani mengatakan, membangun IKN Nusantara bukan hanya sekadar memindahkan pusat pemerintahan. Melainkan sekaligus menciptakan cara hidup baru yang mengutamakan aspek berkelanjutan.

"Bapak Presiden sering sampaikan bahwa ini tidak sekadar memindahkan tetapi menjadi cara hidup baru termasuk dari sisi aspek green-nya,” ungkapnya.

Apalagi, prinsip-prinsip mengenai ESG memang sudah seharusnya diterapkan dalam setiap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pembangunan yang memprioritaskan aspek ramah lingkungan, tidak merugikan, menguntungkan sosial dan memiliki tata kelola yang sangat baik.

"Saya tentu sangat senang bahwa prinsip ini akan dibangun dan ditumbuhkan terus," pungkasnya. [idr]