Ini Tampang Pengemudi Pajero yang Beringas Aniaya Sopir Truk

·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi berhasil membekuk pengemudi Pajero berinisial O (39), yang aksinya viral karena menganiaya sopir truk kontainer di Sunter, Jakarta Utara. Pelaku ditangkap di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten saat hendak melarikan diri ke luar kota.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Nasriadi menyebut kalau pelaku bukan anggota TNI juga Polri. Pelaku adalah warga sipil. Tak hanya penganiayaan, polisi juga mendalami dugaan pelat palsu TNI yang dipakai pelaku.

Pelaku kepada polisi mengaku hendak melarikan diri karena takut terjerat hukum. Hal ini lantaran videonya yang memukuli sopir truk kontainer dengan tongkat viral di medsos.

Lihat Juga: Arogan, Pengemudi Pejero Memukuli Sopir Truk dengan Tongkat

Saat ditangkap di Bandara Soetta, pelaku tak melakukan perlawanan. Nasriadi menyebut status O kini juga menjadi tersangka. "Sudah tersangka," ujarnya.

Dia melanjutkan, pelaku dikenakan pasal berlapis yaitu mulai penganiayaan hingga pemalsuan surat kendaraan. Rinciannya yakni Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan. Kemudian Pasal 335 KUHP ayat 2 tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan.

"Pasal 263 KUHP pemalsuan surat kendaraan dan ketiga Pasal 406 perusakan," jelasnya.

Sebelumnya, viral video seorang pria yang memukuli secara beringas dengan tongkat terhadap sopir kontainer.
Video itu viral di media sosial seperti TikTok.

Dalam keterangan di video, kejadian itu diduga terjadi di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, 26 Juni 2021. Di video itu terlihat, pelaku tampak memukuli sopir truk berkali-kali dengan sebuah benda.

Bahkan, meski sudah dilerai oleh sejumlah orang di lokasi, pelaku sempat balik lagi ke arah sopir untuk memecahkan kaca depan truk.

Belagu banget kasihan sopir kontainernya, belagu banget mentang-mentang Pajero," ujar netizen yang diduga perekam video.

"Pak, sabar pak, sabar," tutur suara seorang pria di dalam video.

Netizen menanggapi video viral itu. Sebagian dari netizen menduga pelaku adalah anggota TNI sehingga berani bertindak arogan. Namun, polisi sudah menyampaikan bahwa pelaku O bukan anggota TNI atau pun Polri.

Pelaku disebut polisi memiliki profesi sebagai pelaut. Lantaran pandemi COVID-19, pelaku sementara tidak melaut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel