Ini Target Rossi di Dalam dan Luar MotoGP

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Prestasi rider Italia tersebut terus menurun selama satu dasawarsa terakhir. Ia tak pernah lagi berjaya di MotoGP. Bahkan musim ini, ranking-nya anjlok ke-15 karena problem mesin dan terpapar Covid-19.

Walau begitu, Rossi tak patah semangat. Ia punya ambisi besar membawa pulang titel juara dunia ke-10 dalam kariernya.

“Gelar juara dunia kesepuluh tetap jadi target utama, tapi tidak masalah menang grand prix saja, naik podium dan jadi protagonis. Dari hasil yang saya dapat, saya akan menentukan mau lanjut atau tidak. Semoga bisa berjalan normal di Eropa, dengan tanggal tepat. Ada jeda musim panas dan saya akan memutuskan,” ujarnya kepada Sky.

Pria 41 tahun tersebut mulai memikirkan untuk menata kehidupan pribadinya. Rossi menyatakan ingin memiliki anak.

“Saya ingin menjadi ayah, kalau saya mesti menunggu siap, tentu itu tidak akan terjadi. Jadi pada satu titik, saya akan berusaha melewati rintangan itu. Sungguh penting punya wanita yang tepat sebagai pendamping,” tuturnya.

Baca Juga:

Rossi Kembali Ramaikan Gulf 12 Hours Bersama Marini Rossi Crash akibat Perubahan Radikal Motor

Rossi kembali mengecap kekecewaan akhir pekan ini dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Algarve. Ia mesti memulai lomba pada urutan ke-17. Sebelumnya saat latihan bebas, ia mengalami kecelakaan.

Berbagai kesialan itu, membuatnya tak berani mematok target muluk di MotoGP Portugal.

“Jumat, saya terlalu jauh, saya tidak mengemudikan motor dengan nyaman, tapi Sabtu lebih baik. Ada kemajuan dari pergerakan dan tekanan berkurang pada ban, tapi pembalap lain tetap sangat cepat dan kami harus lebih baik saat balapan, terutama tentang pengaturan ban,” ucapnya.

“Posisi saat start sangat sulit. Ada banyak pembalap di sekitar kami dan dengan langkah serupa. Saya hanya mencoba mendapat poin. Swing arm? Saya memakai yang terbuat dari karbon dan akan saya pakai lagi saat balapan.”