Ini Tiga Prajurit TNI yang Jadi Korban Penembakan OPM di Papua

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Insiden kontak senjata antara prajurit TNI dengan kelompok separatis bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Kendibam, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Bentrok senjata yang terjadi sekitar pukul 15.15 waktu setempat telah melukai tiga orang prajurit TNI dari Bataliyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma dan Batalyon Infanteri Raider 700/Eira Yuda Cakti.

Data yang dihimpun VIVA Militer, Kamis, 26 November 2020, tiga prajurit TNI AD yang terluka akibat penembakan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak OPM itu adalah, Serda Abriadi dari satuan Yonif Raider 700/WYC, Serda Abriadi terluka di bagian paha kanan. Kemudian, Kopda Subair Purnomo, luka tembak pada bagian pergelangan tangan kanan dan paha kanan. Dan, Prada Fajar Rosadi dengan luka tembak di bagian leher.

Ketiga prajurit Kostrad TNI AD dalam keadaan sadar dan kini tengah mendapatkan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika.

Untuk diketahui, pasukan Yonif Raider 700/WYC itu merupakan pasukan elite yang diperbantukan dari Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar. Pasukan Yonif Raider 700/WYC adalah pasukan tempur yang baru diberangkatkan dari Makassar pada tanggal 27 Oktober 2020 lalu.

Kodam XIV/Hasanuddin telah memberangkatkan 450 prajurit Yonif Raider 700/WYC secara khusus ke Papua guna melaksanakan penugasan operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-Papua Nugini.

Baca juga: Bentrok Senjata Pecah di Papua, 3 Prajurit TNI Terluka Ditembak OPM