Ini Waktu Sahur yang Tepat Sesuai Anjuran Rasulullah

Dian Lestari Ningsih, delala
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ibadah puasa diawali dengan makan sahur dan diakhiri dengan berbuka puasa. Sahur sangat penting dilakukan untuk memberi energi sehingga dapat melakukan aktivitas pada siang hari.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan sahur yang terdapat dalam banyak hadis. Dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah berkata "Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur".

Namun kapan waktu yang tepat untuk menyantap sahur menurut Rasulullah? Dilansir dari NU Online, menurut Abu Bakar Al-Kalabazi dalam kitab Bahrul Fawaid, maksud dari mengakhirkan sahur adalah menyantap sahur di sepertiga terakhir malam.

"Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’ ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Rasulullah terbiasa bangun tengah malam dan menjalankan salat malam. Sangat dimungkinkan Rasulullah beribadah terlebih dulu, kemudian baru menyantap sahur menjelang waktu Subuh.

Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah, dalam kesaksian Hudzaifah, ia mengatakan pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW menjelang Subuh. Kesaksian itu diperkuat dengan pengakuan Zaid bin Tsabit yang mengaku pernah sahur bersama Rasulullah dan kemudian melakukan salat berjamaah.

Saat ditanya berapa lama jarak antara selesai makan dan salat berjamaah, Zaid menjawab "Kisaran membaca lima puluh ayat,".