Ini yang akan Terjadi Jika Kamu Mencampur Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Dosis booster atau suntikan ketiga vaksin COVID-19 Pfizer telah disetujui di Amerika, untuk orang-orang berusia 65 tahun ke atas, orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, dan orang-orang yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi. Namun, pertanyaan yang masih banyak diperdebatkan adalah, "Bisakah saya mencampur vaksin COVID-19?"

TERKAIT: 9 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Telah Kantongi Izin BPOM

TERKAIT: Mudah dan Cepat, Daftar Vaksin COVID-19 sekarang Bisa Dilakukan secara Online

TERKAIT: CDC Berharap Anak Usia 5 Tahun Bisa Dapat Vaksin COVID-19 di Akhir Tahun Ini

1. Rekomendasi resmi mengatakan untuk menghindari pencampuran dan pencocokan vaksin COVID-19

Menurut panduan resmi dari CDC, bila memungkinkan, orang yang menerima vaksin COVID-19 Pfizer harus mendapatkan dua dosis dan dosis booster yang sama, jika memenuhi syarat. Demikian juga, orang yang menerima vaksin COVID-19 Moderna harus menerima dua dosis dari produsen yang sama, seperti dilansir dari huffpost.com.

2. Tapi para ahli sekarang mengatakan boleh saja mencampur vaksin mRNA dalam kondisi tertentu

Baru-baru ini, CDC telah mengubah pedoman mereka dari jangan pernah mencampur dan mencocokkan vaksin COVID-19, menjadi boleh saja mencampur dan mencocokkan dua vaksin mRNA (Pfizer dan Moderna) di kondisi luar biasa. Contohnya, jika seseorang tidak tahu apa yang mereka dapatkan untuk dosis pertama, atau jika dosis kedua dari vaksin COVID-19 yang sama tidak tersedia karena alasan tertentu.

Saat CDC menyetujui dosis ketiga dari dua vaksin mRNA untuk orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, mereka juga membuka pintu untuk mencampur dan mencocokkan vaksin COVID-19.

3. Bagaimana dengan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson?

Simak di sini beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum kamu mencampur vaksin COVID-19.
Simak di sini beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum kamu mencampur vaksin COVID-19.

Johnson & Johnson baru saja merilis temuan yang menunjukkan dosis kedua vaksinnya menghasilkan respon kekebalan yang kuat. Dikatakan bahwa dua dosis 94% efektif melindungi terhadap infeksi simtomatik, dibandingkan dengan satu suntikan yang sekitar 72% efektif melawan penyakit sedang hingga parah.

4. Ahli sedang bergerak menuju pencampuran dan pencocokan vaksin COVID-19

Beberapa negara di Eropa yang memiliki vaksin COVID-19 berbeda, telah merekomendasikan pendekatan dosis campuran selama pandemi. Sangat penting untuk diingat bahwa vaksin COVID-19 apapun bekerja dengan baik dan terus menjauhkan orang dari rumah sakit. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel