Ini yang Akan Terjadi Jika Manusia Tidak Melakukan Interaksi Sosial

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda sejak dua tahun terakhir ini membuat kita semua tidak dapat bertemu dengan kerabat kita. Pandemi ini membuat kita terus berdiam diri dirumah dan melakukan seluruh aktivitas dari rumah. Hal ini membuat sebagian dari kita merasa lelah bahkan mengakibatkan depresi.

Dilansir dari medical news today, manusia dilahirkan dalam kelompok sosial dan menjalani kehidupannya sebagai bagian dari masyarakat sehingga unsur sosial tidak dapat dihilangkan. Kenyataan bahwa kita tidak dapat bertemu dengan teman atau keluarga selama berbulan-bulan tentunya merupakan hal yang cukup sulit. Namun, apa yang terjadi bila kita tidak dapat melakukan interaksi sosial sepenuhnya?

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dapat Memicu Stres dan Kecemasan

ilustrasi kurang tidur menyebabkan pusing/pexels
ilustrasi kurang tidur menyebabkan pusing/pexels

Melansir dari worldofbuzz, seorang Psikolog bernama Susan Pinker menjelaskan bahwa kontak tatap muka dengan orang lain dapat memicu bagian dari sistem saraf kita yang melepaskan “Cocktail of Neurotransmitters” yang bertugas untuk mengatur respon kita terhadap stres dan kecemasan.

Ketika kita berkomunikasi dengan orang-orang secara tatap muka, hal tersebut dapat membantu kita untuk menangani faktor stres dalam jangka panjang. Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang menjalani kemoterapi untuk kanker cenderung merasa lebih baik jika mereka melakukan interaksi sosial seperti berada di sekitar keluarga dan kerabat. Hal ini dapat membantu kita merasa lebih baik secara mental maupun fisik.

Kesepian

Di akhir Oktober kali ini Fimelahood akan ngobrol cantik di acara Sephora Foundation Diversity. (Ilustrasi: Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)
Di akhir Oktober kali ini Fimelahood akan ngobrol cantik di acara Sephora Foundation Diversity. (Ilustrasi: Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Interaksi manusia sangat penting untuk kelangsungan hidup seseorang. Manusia telah berevolusi menjadi makhluk sosial. Kebutuhan akan ketergantungan dan kerja sama satu sama lain dapat meningkatkan kemampuan manusia untuk bertahan hidup. Meskipun terjadi banyak perubahan akibat pandemi covid-19, orang-orang memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain dan kurangnya interaksi itu dapat menyebabkan suatu masalah seperti kesepian.

Mempengaruhi Kesehatan Mental

Ilustrasi kesehatan mental (Gambar oleh Wokandapix dari Pixabay)
Ilustrasi kesehatan mental (Gambar oleh Wokandapix dari Pixabay)

Menghabiskan waktu berkualitas bersama kerabat atau keluarga bisa terasa menyenangkan bagi jiwa. Dilansir dari Mercycare, terlalu banyak menghabisi waktu sendiri dapat membuat Anda merasa kesepian sehingga penting untuk melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial baik untuk kesehatan mental dan kesehatan otak Anda. Kesehatan mental yang baik dapat meringankan suasana hati Anda dan membuat Anda merasa lebih bahagia.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel