Ini yang akan Terjadi Jika Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina Meledak

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan diciptakannya zona larangan militer di sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhia, Ukraina, karena masih sengitnya pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina di wilayah berbahaya itu.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar Eropa berada di kota Zaporizhia, Ukraina. Kini PLTN itu jatuh di bawah kendali pasukan Rusia. Wilayah yang awalnya damai kini berubah menjadi garis depan pertempuran antara Rusia dan Ukraina.

Suara tembakan peluru hingga rudal sering terdengar di dekat PLTN. Dua pihak yang berkonflik menyalahkan satu sama lain. Jika dua pihak menyerang PLTN, maka serangan itu tidak lain adalah upaya "bunuh diri". Namun, apa yang bakal terjadi jika PLTN itu diserang dan meledak?

Ross Peel, Manajer Penelitian dan Transfer Pengetahuan untuk Pusat Studi Sains dan Keamanan King's College London mengatakan pada Aljazeera, "apa yang kita miliki di sini dengan keterlibatan militer sangat sulit... Jika banyak faktor bencana datang bersamaan, ledakan mungkin terjadi."

"Sulit untuk mengatakan apakah ini akan terjadi dan kemungkinan konsekuensinya, apa yang mungkin terjadi. Itu tergantung bagaimana ledakan itu terjadi," lanjutnya.

MV Ramana, profesor Sekolah Kebijakan Publik dan Urusan Global Universitas British Columbia, mengungkapkan bahwa reaktor PLTN perlu selalu didinginkan dengan air.

"Jika aliran air itu diputus dengan cara tertentu, maka reaktor bisa kehilangan pendinginan, bahan bakar akan mulai meleleh. Itu akan menciptakan tekanan tinggi, dan benda itu bisa meledak" jelas Ramana, seperti dilansir laman Aljazeera bulan lalu.

Setelah reaktor PLTN meledak, maka radiasi nuklir akan terlepas ke udara dan menjadikan wilayah sekitar tidak layak huni.

“Akan ada awan, tapi Anda tidak dapat melihat itu… Kami dapat melacak keberadaan awan itu karena kami memiliki instrumen sensitif yang mampu mengukur tingkat radiasi” ujar Ramana.

Orang-orang yang tinggal di wilayah PLTN harus mengevakuasi diri mereka.

“Anda mungkin akan melihat ratusan orang mencoba untuk pergi dari area itu,” lanjut dia.

Selain itu, radiasi nuklir sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Orang yang terpapar dalam jumlah yang tidak terlalu banyak mungkin masih menderita keracunan radiasi akut dan pulih. Ini terjadi selama berhari-hari hingga berminggu-minggu, mungkin berbulan-bulan. Untuk orang yang terpapar radiasi tingkat rendah, mungkin ada lebih banyak kasus kanker yang datang kemudian selama tahun-tahun berikutnya hingga beberapa dekade” lanjut Ramana.

Namun, jika PLTN itu tidak meledak tetapi bocor, maka kebocoran radiasi itu akan berdampak pada seluruh bagian Eropa.

Meski dampak ledakan atau kebocoran sangat berbahaya, namun hingga kini para ahli menekankan segala prediksi sulit untuk ditetapkan.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]