Ini yang Bikin Bank Indonesia Yakin Pemulihan Ekonomi Indonesia Terjadi di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memprediksi ekonomi Indonesia akan terus pulig pada tahun ini. Berbagai indikator pemulihan ekonomi yang mulai terlihat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, perbaikan ekonomi Indonesia ini sejalan dengan pemulihan ekonomi global. Pada tahun ini, bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh antara 4,8 persen sampai dengan 5,8 persen.

"Di 2021, kami memproyeksikan pemulihan ekonomi sedang berjalan positif, dengan outlook kami untuk GDP 2021 adalah 4,8 sampai 5,8 persen didukung oleh ekspor kita," kata dia dalam Mandiri Investment Forum secara virtual di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Pemulihan ekspor nasional ini tentunya tak lepas dari membaiknya perekonomian global tahun ini. Selain itu, mobilitas masyarakat juga diprediksi mulai meningkat setelah adanya program vaksinasi yang telah dimulai di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Untuk pertumbuhan ekspor itu datangnya dari ekspor, pembiayaan fiskal dan konsumsi. Kami meramalkan bahwa stabilitas makro ekonomi kita akan terus berjalan dan juga peningkatan akan terjadi, akan bisa dijaga," ungkapnya.

Dia menyebut, perbaikan ekspor akan mendukung perbaikan defisit transaksi berjalan, didukung oleh aliran modal yang lebih besar tahun ini. Untuk defisit transaksi berjalan (CAD), BI memperkirakan akan berada pada minus satu sampai dua persen dari PDB.

"Portofolio yang masuk kita perkirakan USD 19,4 miliar, itu di luar dari investasi langsung dan itu juga dengan dukungan dan dorongan dari pemerintah, dan juga penerapan dari Undang-Undang Cipta Kerja," pungkas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Dinamika Pasar Modal Jadi Sinyal Pemulihan Ekonomi Nasional

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso . (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso . (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimistis pemulihan ekonomi Indonesia usai pandemi COVID-19 dapat terakselerasi. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan, hal ini tercermin dari kondisi pasar modal yang dinilainya kian membaik.

"Di pasar modal ini tanda-tandanya sudah jelas. Sangat positif. Dan biasanya di pasar modal itu bisa menangkap sinyal (pemulihan) ini lebih baik,’ kata dia dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/2/2021).

Dalam catatan OJK, pertumbuhan investor ritel mencapai 4,16 juta saat pandemi COVID-19 pada 2020. Angka ini jauh lebih besar dari angka investor ritel pada 2019 sebanyak 2,48 juta, dan menjadi pertumbuhan paling tinggi sepanjang sejarah.

Sehubungan dengan dinamika pasar modal domestik akhir-akhir ini, pertumbuhan pesat investor ritel di pasar saham sejalan dengan program pendalaman pasar yang dilakukan OJK dengan dukungan seluruh pihak terkait.

Namun demikian, Wimboh menekankan agar perkembangan tersebut diimbangi dengan meningkatnya pemahaman yang memadai mengenai investasi. Serta tidak sekadar mengikuti tren dan sumber dana bukan berasal dari pinjaman.