Ini yang Perlu Diketahui Jemaah Haji Selama Berada di Madinah

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah gelombang kedua mulai mendatangi Madinah sejak 21 Juli lalu. Jemaah akan berada di Madinah selama lebih kurang sembilan hari.

Sejumlah imbauan diingatkan petugas pada jemaah selama berada di Madinah. Salah satunya soal larangan merokok.

"Dilarang merokok di hotel dan wilayah larangan lainnya, ketahuan akan kena denda 200 SR," kata petugas PPIH Indonesia Sektor 3 Madinah, Muhammad Nasril, memberikan sosialisasi pada jemaah setibanya di Madinah.

Jemaah harus tahu, hotel di Makkah dan Madinah memiliki aturan berbeda. Di Madinah, jemaah yang mencuci pakaian diingatkan tidak menjemurnya di bagian roof top hotel.

"Silakan jemur baju di kamar mandi," katanya.

Nasril menambahkan, jemaah diminta tetap menggunakan identitasnya selama beraktivitas. Seperti gelang, tas paspor dan tidak lupa kartu hotel. Bila lupa penginapannya, jemaah bisa menunjukkan pada petugas untuk kemudian diantarkan.

Perlu Dipahami Jemaah Ketika Berada di Masjid Nabawi

Selama di Madinah, aktivitas jemaah mayoritas berpusat di Masjid Nabawi. Di sana, jemaah melaksanakan Salat Arbain juga berziarah ke Makam Rasulullah.

Nasril mengingatkan, jemaah yang beraktivitas di Nabawi harus memahami betul sejumlah hal. Paling utama adalah pintu masuk masjid. Masjid Nabawi memang memiliki banyak pagar dan pintu. Itu sebabnya, penting bagi jemaah mengingat nomor pagar dan pintu masjid. Karena sangat disarankan jemaah masuk dan keluar lewat pintu yang sama, agar lebih mudah menuju ke penginapan. Jemaah juga harus mengingat tanda-tanda di sepanjang jalan dari hotel ke Masjid Nabawi dan sebaliknya.

Nasir berharap jemaah benar-benar memanfaatkan waktunya yang singkat selama berada di Madinah. Tetapi tetap mengutamakan kesehatan.

Sebab, katanya, Madinah adalah satu dari dua kota suci yang berada di Saudi. Sepatutnya jemaah mendapatkan keutamaan-keutamaan dari rangkaian ibadah selama berada di Madinah.

"Madinah kota yang dirindukan, kota yang tenang, penuh berkah dan kelembutan serta kebaikan penduduknya sehingga menjadi kota tujuan dan dirindukan banyak insan. Sehingga kota ini menjadi tempat yang sangat istimewa dan dicintai baginda Rasulullah SAW," kata Nasril.

"Oleh karena itu, saat bapak ibu hendak ke Masjid Nabawi, silakan masuk dengan penuh rasa hormat, membaca doa, mengucapkan salam sambil membaca salawat dan memohon ampunan Allah (istighfar). Kemudian ziarah ke makam Rasulullah SAW dan sahabatnya, seraya mengucapkan salam," ujarnya.

Nasril berharap semua jemaah sehat selama berada di Madinah. Sehingga rangkaian ibadah bisa dilakukan dengan nyaman dan lancar.

"Selama berada di Madinah, fokus ibadah, jaga kesehatan, perbanyak minum jangan tunggu haus, menggunakan masker membawa semprot karena suhu sangat panas di sini," pesan pria asal Aceh ini. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel