Ini yang Perlu Diketahui Tentang Mucormycosis dan COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Meningkatnya kasus COVID-19 mengkhawatirkan dan begitu pula infeksi jamur khas yang dikenal sebagai 'infeksi jamur hitam' atau mucormycosis. Infeksi ini dapat meningkat dengan cepat dan menyebabkan orang kehilangan penglihatan atau bahkan fungsi organ.

Infeksi ini semakin jarang tetapi karena pandemi, jumlah orang yang terinfeksi mukor telah meningkat secara signifikan. Infeksi jamur hitam atau mucormycosis adalah infeksi jamur yang serius tetapi jarang yang disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mikromiset.

Dr Aparna Mahajan, Konsultan THT, Rumah Sakit Fortis, Faridabad mengatakan bahwa infeksi ini paling banyak ditemukan di hidung, sinus, mata dan otak, dikutip dari Pinkvilla.

Dia menambahkan, “Angka kematian pada mereka yang terinfeksi mucor hampir setinggi 50-70 persen. Infeksi ini dikatakan bertindak seperti kanker, satu-satunya perbedaan adalah, tidak seperti kanker, ini dapat berakibat fatal dalam beberapa hari atau bahkan beberapa jam."

Dokter Mahajan menyatakan bahwa itu dikatakan terkait dengan COVID-19 karena virus itu sendiri menciptakan lingkungan yang memudahkan jamur untuk tumbuh. Penggunaan steroid selama pengobatan COVID-19 dapat menyebabkan mucormycosis.

“Steroid juga dapat menurunkan kekebalan tubuh kita, dan memiliki kecenderungan meningkatkan kadar gula darah, bahkan pada non-penderita diabetes. Mereka juga dapat menciptakan lingkungan ideal yang memungkinkan penyebaran infeksi. Steroid hanya boleh dikonsumsi di bawah pengawasan dokter," tutur Dr Mahajan.

Menurutnya, tidak ada orang yang mengobati diri sendiri dengan steroid. Steroid bukanlah obat yang harus diminum tanpa pengawasan dokter. Waktu dan durasi penggunaan steroid sangat penting, terutama dalam kasus COVID-19.

"Dalam lima sampai tujuh hari pertama, steroid sebaiknya tidak diberikan. Bahkan setelah itu, dokter tetap harus menerima panggilan tersebut berdasarkan kondisi pasien. Steroid hanya boleh ditambahkan dengan sangat hati-hati ke dalam pengobatan," katanya

Tanda-tanda infeksi ini meliputi:

Segala jenis pembengkakan wajah, terutama di sekitar mata dan pipi
Pilek
Hidung tersumbat
Sakit kepala (dengan gejala lain).

Apakah mukormikosis bisa diobati?

Ya, tetapi tingkat keberhasilan dan jenis pengobatan akan bergantung pada beberapa faktor. Tahap infeksi akan menentukan apakah pasien dapat diselamatkan atau tidak.

"Jalannya pengobatan juga akan bervariasi tergantung pada organ mana yang terlibat, ini dapat memerlukan debridemen bedah yang agresif," ujar dokter Mahajan.

Bagaimana Anda dapat menangani infeksi secara efektif?

Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan infeksi. Termasuk tidak mengabaikan tanda peringatan dini, menggunakan steroid dengan bijaksana, dan mencari bantuan medis untuk mendeteksi dan menghilangkan infeksi sedini mungkin.