Ini yang Perlu Diketahui Terkait Virus Corona Sekarang

·Bacaan 2 menit

VIVA – Negara-negara di dunia masih berjuang untuk meredam pandemi COVID-19. Banyak negara kini berusaha menekan penyebaran varian Delta yang lebih menular. nilah yang perlu diketahui terkait virus corona saat ini:

Selandia Baru laporkan kematian pertama yang berbungan dengan vaksin Pfizer

Selandia Baru pada Senin melaporkan apa yang disebut otoritas sebagai kematian pertama yang tercatat, yang berhubungan dengan vaksin COVID-19 Pfizer. Informasi tersebut dirilis oleh kementerian kesehatan, yang kemudian disusul oleh peninjauan oleh dewan pemantau independen untuk keamanan vaksin COVID-19 terkait kematian seorang perempuan usai menerima vaksin tersebut. Pernyataan dari Kementerian tidak mencantumkan usia perempuan tersebut.

Dewan menganggap bahwa kematian wanita itu disebabkan oleh miokarditis, yang dikenal sebagai efek samping langka dari vaksin Pfizer COVID-19, menurut pernyataan itu. Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat membatasi kemampuan organ untuk memompa darah dan dapat menyebabkan perubahan ritme detak jantung.

Australia, yang sudah lelah, berencana longgarkan pembatasan

Kematian COVID-19 Australia menembus angka 1.000, jumlah yang menyedihkan namun cukup rendah dalam standar global.

Negara itu telah menggunakan kebijakan penguncian yang ketat dan kini mungkin menghadapi tantangan kebijakan kesehatan terbesar di masa pandemi --bagaimana dapat kembali membuka berbagai kegiatan.

Australia berencana untuk mulai melonggarkan pembatasan saat vaksinasi penuh telah dilakukan pada 70 persen penduduk yang berusia 16 tahun ke atas, diperkirakan pada akhir tahun.

Setelah vaksinasi mencapai 80 persen, perjalanan internasional akan dibuka secara bertahap, menurut rencana yang dirancang Doherty Institute, lembaga di Melbourne yang didukung oleh pemerintah.

Pelajaran bagi Australia adalah penggunaan masker harus tetap dilakukan seiring dengan pelonggaran pembatasan, dan bahwa ruang-ruang kelas harus memiliki ventilasi yang lebih baik untuk melindungi murid-murid dari virus yang dapat ditularkan melalui udara, kata epidemiolog Raina McIntyre.


Jepang sebut perlu perlu lebih banyak data terkait penggunaan vaksin campur

Juru bicara senior pemerintah Jepang, Katsunobu Kato, pada Senin mengatakan bahwa tak terdapat cukup data untuk secara aktif mempromosikan penggunaan merek vaksin COVID-19 yang dicampur, dan bahwa informasi lebih lanjut dibutuhkan sebelum keputusan terkait hal tersebut dapat diambil.

Komentar tersebut datang usai Taro Kono, menteri yang bertanggung jawab atas program vaksinasi, mengatakan pada Minggu (29/8) bahwa Jepang tengah melihat kemungkinan untuk mencampur penggunaan vaksin AstraZeneca dengan vaksin-vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh para produsen lain untuk mempercepat vaksinasi.

Thailand akan izinkan penerbangan domestik di area-area berisiko COVID

Thailand mulai 1 September akan mengizinkan sejumlah penerbangan domestik rute Bangkok ke daerah-daerah lain yang berisiko tinggi COVID-19, kata otoritas penerbangan negara tersebut pada Minggu.

Langkah itu diambil untuk membantu mendongkrak aktivitas ekonomi.

Penerbangan lokal dapat terbang dengan kapasitas mencapai 75 persen dan penumpang harus mengikuti persyaratan perjalanan di tempat-tempat tujuan, termasuk memberikan bukti vaksinasi dan hasil tes COVID1-9, kata Otoritas Penerbangan Sipil Thailand dalam pernyataan.

Pengumuman tersebut menyusul pelonggaran upaya pembatasan ketat mulai September di 29 provinsi yang dianggap berisiko tinggi, termasuk membolehkan pembukaan pusat perbelanjaan, saat pemerintah berupaya untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terdampak oleh pandemi. (Ant/Antara)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel