Inikah Penampakan Smartphone Layar Ganda Milik Huawei?

·Bacaan 1 menit
Smartphone layar ganda Huawei yang dibuat berdasarkan paten baru. (Doc: Th)e HoiINDI)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, Huawei mendaftarkan sebuah paten yang menampilkan sebuah smartphone unik dengan layar tambahan di bagian belakangnya.

Berdasarkan informasi paten tersebut, desainer The HoiINDI membuat sebuah gambar render dari smartphone layar ganda milik Huawei tersebut.

Dilansir Gizchina, Senin (8/3/2021), tampak lubang untuk meletakkan dua lensa kamera selfie, layar melengkung diseluruh sisi, dan bezel tipis di bagian atas dan bawah ponsel.

Hal yang mencuri perhatian adalah panel belakang smartphone. Selain tempat kamera utama ponsel, Huawei juga menyematkan sebuah layar tambahan di bodi belakangnya.

Berdasarkan informasi di paten, layar tambahan ini dapat menampilkan berbagai informasi, mulai dari waktu, tanggal, cuaca, kapasitas baterai, hingga notifikasi.

Selain daripada itu, layar kedua di ponsel juga dapat difungsikan sebagai viewfinder. Dengan ini, pengguna dapat mengambil foto selfie lebih baik memakai kamera utama.

Karena masih sebatas paten, masih belum diketahui apakah Huawei akan memproduksi massal smartphone layar ganda ini dan menjualnya di pasaran.

Pengguna Aktif Bulanan Huawei AppGallery

Huawei baru saja mengumumkan informasi terkini tentang layanan toko aplikasi dan ekosistem buatan mereka sendiri, yakni Huawei AppGallery.

Mengutip laporan yang diungkap oleh perusahaan via GSM Arena, Selasa (2/3/2021), pengguna aktif bulanan Huawei AppGallery capai angka lebih dari 530 juta.

Huawei juga menyebutkan, distribusi aplikasi Huawei AppGallery meningkat sebesar 83 persen per tahun, dan mencatatkan angka instal sebesar 384 miliar pada 2020.

Jumlah Pengembang di Huawei AppGallery

Adapun laporan tersebut dibagikan oleh CEO Huawei CBG (Consumer Business Group), Richard Yu.

Tak hanya itu, Richard Yu juga mengungkap, sudah ada 2,3 juta pengembang yang terdaftar membuat aplikasi untuk AppGallery. Angka tersebut lebih tinggi 77 persen dari sebelumnya di 2019.

(Ysl/Isk)