Inilah 5 Persaingan Bisnis Antar Merek Ternama Demi Nomor 1 Dunia

Syahdan Nurdin, wowmenariknya02
·Bacaan 3 menit

VIVA – Persaingan bisnis adalah sesuatu yang tak bisa dihindari namun justru melalui hal ini biasanya akan ada gagasan-gasasan serta inovasi baru yang sebelumnya belum pernah kepikiran. Baik strategi marketing maupun kualitas merupakan hal yang sama pentingnya untuk dijaga jika tak ingin kalah dalam persaingan.

Saat memulai bisnis, pesaing adalah sebuah ancaman yang tak bisa dihindari seberapapun kita mengira bahwa ide yang dimiliki adalah original dan nggak ada lawan. Akhirnya berbagai upaya harus dibuat supaya bisa bertahan misalnya dengan menawarkan suatu ciri khas tertentu dari produk yang dimiliki atau menawarkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik.

Ternyata yang mengalami hal ini bukan cuma pebisnis baru saja tapi ada juga nama-nama besar yang sudah menjadi rival sejak lama.

Uniknya, walaupun persaingan tetap berlangsung sampai sekarang namun ternyata perusahaan-perusahaan tersebut juga tetap bertahan Loh. Nah, apa saja persaingan yang melegenda tersebut?

1. Burger King dan Mc Donald’s

Burger King sudah berdiri sejak tahun 1954 dan Mc Donald’s ditemukan setahun setelahnya atau tahun 1955. Ketika itu, Mc Donald’s masih memimpin menjadi restoran makanan cepat saji yang paling laris. Akan tetapi, Burger King juga terus berupaya hingga bisa sejajar dengan Mc Donald’s.

Keduanya memiliki merek burger unggulan yaitu The Whopper milik Burger King yang berhasil terjual sebanyak 1,7 juta buah selama tahun 2002 dan Big Mac yang juga terjual dengan jumlah serupa pada tahun 2017. Sebagai strategi, Burger King pernah mengajak Mc Donald’s untuk menduetkan produk tersebut namun sayangnya Mc Donald’s menolak.

2. Coca-Cola dan Pepsi

Coca-Cola didirikan pada tahun tahun 1886 oleh John Pamberton, sedangkan Pepsi-Cola didirikan pada 1983 dengan nama Brad’s Drink namun berganti jadi Pepsi-Cola tahun 1902. Persaingan kedua merek ini dapat dilihat melalui cara promosi yang mereka lakukan.

Jika Coca-Cola mengawali iklannya dengan tokoh sinterklas yang memakai warna merah sesuai dengan warna khas mereka, Pepsi-Cola baru makin terdengar setelah melakukan Pepsi Challenge di mana seseorang diminta untuk meminum soda tanpa memberi tahu merek yang diminum lalu ternyata lebih banyak yang menyukai Pepsi daripada merek pesaing. Dari situlah, perang iklan dan strategi marketing yang beragam dilakukan oleh kedua merek ini supaya tetap jadi yang nomor 1.

3. MARVEL dan DC

DC ternyata didirikan lebih dulu pada tahun 1934 dan disusul Marvel yang mulai berdiri tahun 1940. Awalnya DC membuat komik misteri dan action yang ternyata sukses di Amerika Serikat. Tak mau kalah, Marvel juga mengikuti langkah untuk membuat komik superhero yang ternyata juga membuahkan kesuksesan. Akhirnya dari situ mereka terus bersaing mulai dari menyatukan beberapa superhero sekaligus hingga menciptakan superhero-superhero baru yang ikonik dan juga membuat live action seperti yang kita tahu saat ini. Masing-masing memiliki penggemarnya sendiri-sendiri.

Baca Juga : 5 Tips Usir Kesepian saat Masih Sendiri

4. Nike da Adidas

Bagi beberapa orang, kini sneakers dan pakaian olahraga bukan hanya dipakai untuk hal-hal fungsional semata namun juga untuk bergaya. Dua brand yang sering jadi rival adalah Adidas dan Nike yang menjadi ‘penguasa’ dalam bidang mereka. Nike mungkin merupakan perusahaan yang lebih besar daripada Adidas namun akhirnya Adidas juga melakukan strategi secara agresif. Akhirnya kedua brand ini saling jadi yang terdepan dengan berbagai strategi seperti menggandeng selebritas atau atlet ternama hingga mengakuisisi berbagai merek yang lainnya.

5. Microsoft dan Apple

Microsoft milik Bill Gates sempat memimpin dunia teknologi yang digunakan di kalangan kantor maupun rumah tangga. Ketika itu, Steve Jobs bersama Apple sedang berjuang hingga di ambang kebangkrutan. Uniknya, saat menghadapi masa ini Apple justru menerima suntikan dana dari Bill Gates sebesar $150 juta hingga berhasil bangkit kembali. Apple akhirnya menciptakan berbagai produk speerti yang kita kenal sekarang mulai dari telepon pintar dan gawai canggih lainnya. Persaingannya pun tetap tak dapat dielakkan.