Inilah Biker Sang Penjelajah Benua Asal Bandung

Nama Jeffrey Polnaja bagi sebagian bikers dalam negeri dan beberapa negara di Eropa mungkin tidak asing lagi. Ia adalah seorang penjelajah solois dengan sepeda motor BMW-nya. Di kalangan penggemar roda dua ia biasa disapa akrab Kang Jeje.

Jeffrey Polnaja telah menjadi orang Indonesia pertama yang berkeliling dunia dengan sepeda motor seorang diri. Hal ini dikukuhkan dengan dicatatnya rekor yang telah diciptakannya di MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). Pria bertubuh tegap ini lahir di Bandung, 18 Juni 1962. Di kota inilah, Kang JeJe, begitu biasa dipanggil, menghabiskan masa kecilnya dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Kegemaran bertualang sudah dimilikinya sejak usia muda. Dimulai dengan mendaki gunung-gunung di sekitar Bandung, seperti Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu, yang kemudian berlanjut ke gunung-gunung tinggi lainnya di Indonesia.

Jiwa petualangannya tidak hanya di darat. Pada tahun 1978, dia bergabung dengan Aviantara Aero Club, sebuah klub terbang laying dan berhasil meraih solo flight dengan pesawat layang dual seater maupun single seater buatan Schweizer Corporation, Amerika. Di tahun yang sama, dia melakukan perjalanan jauh pertamanya naik sepeda motor Honda CB 100 pinjaman, seorang diri. Saat itu, dia melintasi seluruh Pulau Jawa sampai ke Bali.

"Pertama, tahun 70-an saya pertama kali mengelilingi Jawa seorang diri. Tadinya ada beberapa yang ikut, tapi pas saya bilang, kita naik motor keliling Jawa. Akhirnya beberapa orang mengundurkan diri, angkat tangan. Ya sudah, saya berangkat sendirian. Dari situ, saya merasa, kok enak ya naik motor seorang diri. Enjoy dan tidak ada yang ngatur ini dan itu dalam perjalanan. Semua kita yang menentukan sendiri," ungkap Jeffrey.

Tahun 1987, dia bergabung dengan Bala Turangga Horse Riding Club dan meraih piala di berbagai kejuaraan nasional dengan spesialisasi Lompat Rintangan (Horse Show Jumping).

Pada tahun 1996 dia terpilih menjadi Captain M.A.T dan meraih peringkat pertama ketika bertualang di Amerika. Saat itu dia dan Team Indonesia melakukan berbagai kegiatan petualangan, seperti, Rafting di Sungai Kolorado, Motorcycle Off Road dan Jeep Off Road di Taman Nasional Manti La Sal, Mountain Biking, Repelling (turuntebing), serta Rodeo Games di Monument Valley.

Seiring berjalan waktu, kegemarannya akan sepeda motor semakin menjadi-jadi. Setelah puas menjelajah seluruh propinsi di Tanah Air, pada tahun 2001 tercetuslah ide untuk mengadakan perjalanan keliling dunia yang didedikasikan untuk perdamaian. Malang tak dapat ditolak, pada tahun tersebut dia justru mengalami kecelakaan parah yang hampir merenggut jiwanya. Dokter pun memvonis lumpuh. Namun, dengan tekad dan semangatnya yang tetap menyala, hanya dalam waktu 6 bulan, JJ sudah pulih kembali.

Setelah berbagai persiapan yang dilakukan, tepat pada 23 April 2006, dia meninggalkan Tanah Air dan memulai perjalanan menjelajah dunia dengan motor. Dia mendapat sambutan hangat di berbagai belahan dunia, terbukti dengan 72 negara yang dikunjunginya, jauh melampaui target 45 negara yang direncanakan.

Dalam perjalanan ini ia sering diundang untuk menjadi tamu kehormatan di berbagai acara internasional, seperti: 'Adventure Day' di Safsen Resort, Swedia dan 'BMW Motorad Day' di Garmisch Partenkirchen, Jerman yang dihadiri 45.000 bikers dari 42 negara dan menjadi satu-satunya rider dari Asia. Paparan yang disajikannya mendapat sambutan meriah pengunjung.

Sesuai motonya 'strengthening people to people contact, touching the hearts and minds of the world societies', saat paparan inilah ia berbagi semangat perdamaian dan keprihatinannya akan 'global warming', tentunya tidak ketinggalan untuk mempromosikan Indonesia dipentas dunia.

Pada 30 November 2008, Kang Jeje kembali ke Tanah Air. Tidak kurang dari 1.000 motor menyambut kedatangannya. Adhiayaksa Dault, Menpora saat itu, turut berpartisipasi dan merencanakan membangun Tugu Pemuda di Taman Mini Indonesia Indah.

Karena dedikasinya, ia mendapat berbagai penghargaan, di antaranya Lifetime Achievement Award dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), sebuah penghargaan tertinggi yang dapat diberikan pada insan otomotif di Indonesia. "Sukses ini adalah sukses kita semua, sukses bangsa Indonesia," katanya mengakhiri. (kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.