Inilah Bunyi Pasal yang Menjerat Bharada E Sebagai Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengawal Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Bharada E ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J. Mabes Polri menjerat Bharada E dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.

"Untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 dan 56 KUHP," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8) malam.

Dalam Pasal 338 KUHP disebutkan, barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Sementara jo atau penyertaan Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dimaknai terdiri dari 'pembuat' yaitu orang yang memberikan perintah, 'penyuruh' yaitu orang yang bersama-sama melakukan, 'pembuat peserta' yaitu orang yang memberi perintah dengan sengaja, 'pembuat penganjur' dan 'pembantu'.

Penetapan tersangka kepada Bharada E dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara dan memeriksa sejumlah saksi dan ahli sehingga telah mendapatkan dua minimal alat bukti yang cukup sebagaimana Pasal 17 KUHAP.

"Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup," ucap Andi.

Menyikapi hal ini, kubu Brigadir J meminta polisi menggunakan pasal 340 KUHP terkait dugaan pembunuhan berencana.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menilai, penyidik harus melihat adanya rentetan dugaan ancaman yang diterima Brigadir J sebelum insiden berdarah baku tembak dengan Bharada E pada Jumat (8/7) lalu.

"Itu kan pasalnya harus masuk 340 (KUHP) diawali dengan ancaman pembunuhan lalu di bunuh kan. Jadi harus disertai dengan pasal 340 juncto 338 juncto 351 ayat 3 juncto 55 dan 56," kata Kamaruddin saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (4/8).

Permintaan pemakaian pasal dugaan pembunuhan berencana, seharusnya dipakai sebagaimana dengan yang menjadi laporan awal pihaknya.

"Iya 338 itu sudah bagus satu pasalnya diadopsi, karena itu diawali untuk rentetan pengancaman lalu dibunuh maka masuk juga 340," sebutnya.

Dalam pasal 340 disebutkan barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lama dua puluh tahun.

Sementara pasal 351 ayat 3 berbunyi jika perbuatan itu menjadikan mati orangnya, dia dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel