Inilah Ciri Jajanan yang Sehat untuk Anak

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR -- Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya jajan makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Sayangnya masih banyak orang tua belum tahu ciri jajanan yang bersih dan sehat. “Kebanyakan orang ingin anaknya jajan sehat. Tapi mereka seringkali tidak peduli,” ujar pemerhati pangan, Istu Sutarti kepada Republika.

Jajanan yang sehat dapat dikenali dari sejumlah ciri. Pertama, jajanan tersebut minim kandungan bahan pengawet. Artinya jajanan yang akan dikonsumsi adalah jajanan segar yang dimasak dan langsung disantap. Misalnya, bakso, siomay, dan gado-gado. Orang tua sebaiknya menganjurkan anak-anak menghindari jajanan dalam kemasan. Apalagi bila jajanan yang dibeli mengandung warna atau bau yang mencolok.

Ciri lain mengenali jajanan sehat bisa dilihat dari lokasi jualan. Memilih tempat jajanan yang sehat bisa meminimalisir kemungkinan cemaran mikrobiologi pada makanan. Kendati begitu, tempat yang bersih saja belum cukup. Jajanan  yang dibeli juga harus dimasak dan disajikan dengan cara yang baik.

Istu mencontohkan, minyak yang digunakan untuk menggoreng tidak dipakai berulang-ulang. Bungkus dijadikan kemasan tidak sembarangan. Dan wadah yang digunakan sebagai tempat penyajian benar-benar bersih.”Hindari makanan yang dibungkus dengan plastik kresek hitam paku karena mengandung cemaran kimia berbahaya,” kata Istu.

Selain itu, yang juga tak kalah penting adalah memperhatikan kebersihan diri si penjual jajanan. Anak-anak sebaiknya membeli jajanan di warung yang penjualnya memperhatikan kebersihan. Istu mencontohkan, jangan membeli jajanan ke penjual yang tidak menggunakan sarung tangan saat mengambil makanannya. Karena bisa saja tangan si penjual tidak higienis karena habis digunakan memegang uang, mencuci piring, merokok, dan menggaruk tubuh. 

Terakhir, Istu menyarankan cara terbaik dan paling aman melindungi anak-anak dari jajanan berhaya adalah dengan membuatkan bekal makanan sendiri dari rumah. “Sebaiknya orang tua menyempatkan waktu untuk membuat bekal. Karena masakan orang tua adalah yang terbaik,” saran Istu


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.