Inilah Hukum Mimpi Basah Menurut Pandangan Islam

Dian Lestari Ningsih, maschunsofwan
·Bacaan 1 menit

VIVAMimpi basah dalam kaidah ilmiah adalah mimpi bersetubuh atau orgasme tidur yang meliputi ejakulasi pada pria, serta lubrikasi vagina atau orgasme pada wanita. Yaitu keluarnya mani (sperma) dari kemaluan saat dalam keadaan tidur.

Mimpi basah sering terjadi pada masa remaja dan awal masa dewasa muda, tetapi juga terjadi pada orang dewasa. Dalam perspektif Islam, mimpi basah disebut dengan istilah ihtilam. Mimpi basah ini menjadi penanda seseorang sudah baligh (dewasa) dan dikenai kewajiban (taklif) sebagai seorang muslim yang mukallaf.

Rasulullah SAW pernah menyebutkan mimpi basah ini dalam hadis-hadis shahih. "Pena Tuhan diangkat dari tiga perkara; dari orang yang tertidur sampai terbangun, dari orang gila sampai dia sembuh, dari seorang anak sampai dia mimpi basah (yahtalima, ihtilam)."

Hadits ini diriwayatkan oleh tujuh sahabat utama, Ummul Mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq, Abu Qatadah, ‘Ali bin Abu Thalib, ‘Umar bin Khaththab, ‘Abdullah bin ‘Abbas, Sidad bin Aus, dan Tsauban. Dalam Kitab Khulasah Kifayatul Akhyar disebutkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim: "Air mandi itu dari sebab air (keluar sperma). Yang dimaksud di sini, baik keluarnya karena syahwat atau mimpi, maupun oleh sebab-sebab yang lainnya."

SUMBER ASLI