Inilah Komplek Perumahan Petinggi PKS di Jakarta Timur (foto-foto)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Santernya pemberitaan mengenai kasus dugaan suap impor daging sapi membuat banyak orang penasaran dengan kehidupan pribadi Lutfi Hassan Ishaaq, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini tersangka kasus tersebut.

Tribunnews.com pun pada Sabtu (2/2/2013) kemarin berusaha melihat dari dekat kediaman para petinggi partai yang selalu membela isu-isu Palestina itu. Inilah di kawasan Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Komplek tersebut luasnya hanya sekitar 4.000 meter2 dengan tujuh rumah yang cukup megah di dalamnya. Hanya ada satu pintu masuk lengkap dengan petugas keamanan yang bertugas secara bergantian.

"Mau ketemu siapa?" tanya petugas keamanan kepada Tribunnews.com. Rupanya media tidak diperkenankan masuk ke dalam komplek, meski hanya untuk memotret. "Karena tuan rumahnya tidak ada di rumah, jadi kami tidak izinkan masuk," kata sang petugas.

Tribunnews.com pun hanya bisa membidikkan kamera dari luar pagar komplek perumahan.

Baca Berita Menarik Sebelumnya

  • Kasus Impor Daging Sapi
    KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pupuk di Kementerian Pertanian 21 menit lalu
  • 51,6 Persen Responden Cukup Puas pada Kinerja SBY 32 menit lalu
  • Kasus Daging Impor Sapi
    PKS: Kasus Lutfi Tak Pengaruhi Pasangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar 34 menit lalu
  • Kasus Impor Daging Sapi
    Ketua KPK: Saya yang Perintahkan Penjemputan Lutfi Hasan di Kantor PKS 43 menit lalu
  • Skandal Pajak Keluarga SBY
    FITRA Heran SBY dan Keluarga Tak Punya Konsultan Pajak 50 menit lalu
  • Kasus Daging Impor Sapi
    Skandal Daging Impor Sapi Bukan Pengalihan Isu Pajak SBY dan Keluarga 56 menit lalu
  • Indonesia Peringkat Pertama Asia Tenggara terkait Informasi Anggaran 59 menit lalu
  • Indonesia Masih Lemah Ajak Publik Awasi Anggaran 1 jam lalu
  • Skandal Pajak Keluarga SBY
    FITRA: SBY, Ibas, dan Agus Bayar Pajak Tapi Nggak Ada Informasi 1 jam lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.