Inilah Penyebab Rusaknya Puluhan Makam di Banyuwangi

Ilustrasi Foto Makam (iStockphoto)

Liputan6.com, Banyuwangi - Penyebab rusaknya puluhan makam di TPU Desa Yosomulyo, Gambiran, Banyuwangi, akhirnya terjawab.

Kapolsek Gambiran AKP Suryono Bhakti menyatakan, rusaknya makam tersebut bukanlah tindakan yang disengaja oleh seseorang.

"Niatnya bukan untuk merusak tapi melakukan semacam perbaikan atau menata ulang tata letak kuburan," jelasnya, dikutip dari TimesIndonesia, Senin (6/9/2021).

Akan tetapi, kegiatan penataan ruang makam tersebut dilakukan tanpa melalui proses musyawarah atau komunikasi bersama dengan warga.

"Spontan saja (pembongkaran) dilakukan. Jadi pas ada acara pemakaman, ada warga yang usul menata ulang makam yang lama karena TPU sudah sempit. Karena belum komunikasi akhirnya terjadi salah paham," jelasnya.

Pembongkaran makam tanpa melalui musyawarah itulah kemudian menyebabkan kegaduhan terjadi. Sehingga, para keluarga mendiang mengiranya jika perusakan makam tersebut dilakukan oleh kelompok misterius.

"Tidak sampai ada pelaporan ke polisi dan sudah dilakukan mediasi bersama. Diputuskan untuk dilakukan kerja bakti untuk memperbaiki makam-makam tersebut," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mediasi

Yunias Sugiyanto, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengaku jika perbaikan makam sudah dilakukan. Saat mediasi bersama, warga yang ikut melakukan pembongkaran juga telah meminta maaf.

"Setelah mediasi warga yang bersangkutan memohon maaf mungkin ada yang menyinggung ahli waris yang ada di (TPU) sini karena tidak musyawarah. Niatnya memang bukan merusak," kata Sugiyanto.

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terpaksa dilakukan karena kondisi TPU yang rawan longsor dan segera membutuhkan perbaikan. Sehingga sejumlah makam yang ada dipinggiran TPU harus diratakan dan ditata ulang.

"Makam sudah diperbaiki. Kemarin itu karena letaknya di tebing dan biar tidak longsor sehingga makam-makam yang sudah lama harus ditata ulang," cetus Sugiyanto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel