Inilah Penyebab Seseorang Cenderung Memiliki Bau Badan Tak Sedap

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Masalah bau badan tak hanya memengaruhi kondisi fisik saja namun juga psikis seseorang. Karena bau badan bisa membuat seseorang tidak nyaman, tidak percaya diri, frustasi dan dipandang negatif oleh orang lain.

Secara alami, bau badan tercipta karena interaksi antara bakteri dan keringat di permukaan kulit tubuh. Bakteri memecah protein dalam keringat menjadi asam, sehingga menimbulkan bau tak sedap. Mereka yang mengalami peningkatan aktivitas fisik, memproduksi keringat secara berlebihan atau memiliki kondisi yang disebut hiperhidrosis maka semakin besar kemungkinannya memunculkan bau badan tak sedap.

Tapi, jangan kira hanya bakteri yang bertemu keringat saja yang menyebabkan bau badan. Dikutip dari KlikDokter, masih ada beberapa faktor yang jadi penyebab seseorang cenderung memiliki bau badan tak sedap. Ketahui faktornya agar tahu cara mengantisipasinya.

1. Konsumsi makanan tertentu

Mengonsumsi makanan dengan elemen senyawa tertentu secara drastis bisa menimbulkan bau badan sampai tak tertahankan. Misalnya Ikan mengandung kolin, yang memberinya bau amis. Dan ketika dikonsumsi, kolin bisa juga bisa menimbulkan aroma yang menyengat.

Sayuran seperti brokoli, lobak, brussel sprout, dan kembang kol mengandung sulfida dan sulfur. Itu adalah senyawa yang secara alami memiliki bau yang menyengat. Selain itu, lobak memiliki bau yang kuat sehingga sangat mempengaruhi bau badan. Ini terutama menyangkut bau di mulut yang bisa bertahan selama berjam-jam.

2. Berat badan berlebih

Berat badan berlebih atau obesitas juga cenderung mengalami masalah bau badan tak sedap. Pasalnya, mereka yang obesitas memiliki pori-pori yang tersembunyi begitu banyak dalam lipatan tubuhnya.Area lipatan ini biasanya hangat, gelap dan beruap, sehingga menjadi area yang ideal untuk bersarangnya keringat dan bakteri. Pada akhirnya, karena lebih banyak interaksi yang terjadi antara keringat dan bakteri di tubuh, maka timbul bau badan tak sedap.

3. Stres

Ilustrasi Stres Credit: pexels.com/Ahmad
Ilustrasi Stres Credit: pexels.com/Ahmad

Buat kamu yang sering stres, hati-hati itu bisa memicu bau badan. Salah satu kelenjar yang memproduksi keringat adalah kelenjar apokrin. Pada saat stres, kelenjar apokrin memproduksi keringat lebih banyak.Selain jumlah keringat yang memang lebih banyak, keringat yang diproduksi kelenjar tersebut terdiri dari air dan lemak, sehingga cenderung menimbulkan bau badan tak sedap.

4. Kulit terinfeksi

Kulit tubuh yang terinfeksi dan luka-luka juga bisa menjadi penyebab munculnya bau badan tak sedap. Hal ini karena luka tersebut memungkinkan untuk dihinggapi sejumlah bakteri. Bakteri yang ada pada kulit terinfeksi itulah yang nantinya mampu menghasilkan keringat berurea. Inilah yang kemudian akan memicu munculnya bau tidak sedap pada tubuh penderita.

5. Penyakit Diabetes

Bukan rahasia lagi kalau penyakit diabetes bisa menjadi penyebab bau badan tak sedap. Pasalnya, penderita diabetes tingkat tinggi umumnya akan kesulitan mengatur kadar gula dalam darah. Untuk mengganti glukosa, tubuh penderita diabetes akan memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar pengganti. Proses inilah yang nantinya akan menghasilkan senyawa bersifat asam dalam jumlah cukup banyak.

Selain diabetes, masih ada penyakit-penyakit lain yang menjadi penyebab muncul bau badan. Di antaranya gagal ginjal, liver, kadar gula rendah hingga disfungsi metabolisme.

6. Kurang menjaga kebersihan

Salah satu kebiasaan buruk yang bisa memicu munculnya bau badan tak sedap adalah kurang menjaga kebersihan. Entah itu kebersihan tubuh atau memang lingkungan sekitar yang kurang bersih dan cenderung bau.

Menjaga kebersihan sangat penting, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar, sehingga meminimalisir berkembangnya bakteri yang berpotensi menyebabkan bau badan tak sedap. Jangan biarkan area-area lipatan seperti ketiak atau lipat paha dalam keadaan kurang bersih saat mandi karena bisa memicu timbulnya bau badan tak sedap.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel