Inilah Provinsi Paling Banyak Pendaftar dan Penerima Kartu Prakerja

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Program Kartu Prakerja dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi program andalan Pemerintah membantu UMKM di masa pandemi.

Sejak resmi dibuka pada Februari tahun 2020, sebanyak 11,4 juta penduduk menjadi penerima Program Kartu Prakerja.

Terkuak jika Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan pendaftar dan penerima Kartu Prakerja terbanyak secara nasional. Jumlah pendaftar mencapai 5,2 juta pendaftar dan penerima lebih dari 1.490.000 orang.

Sebagai apresiasi atas antusias dan partisipasi masyarakat terhadap Program Kartu Prakerja, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mochammad Rudy Salahuddin berdialog dengan alumni Program Kartu Prakerja di Kabupaten Garut, Povinsi Jawa Barat pada Jumat (26/11/2021).

Dia pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Garut yang turut menyukseskan Program Kartu Prakerja.

“Keterlibatan Pemerintah Daerah harus terus dilakukan, karena sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program-program Pemerintah yang memang diciptakan untuk mendukung masyarakat, khususnya Program Kartu Prakerja,” kata dia mewakili Menko Airlangga.

Secara khusus, Kabupaten Garut memiliki antusias yang tinggi ditunjukkan oleh 262 ribu masyarakat mendaftar Program Kartu Prakerja.

Adapun jumlah penerima sebanyak 72.763 orang. Kabupaten Garut menjadi sebagai penerima terbanyak ke-7 di Provinsi Jawa Barat.

Usai lolos kartu prakerja, keahlian yang diterima peserta prakerja didukung dengan pembiayaan usaha melalui KUR. Dengan harapan, penerima Program Kartu Prakerja yang menjadi wirausaha bisa mengembangkan usahanya.

Di masa pandemi, Pemerintah memberikan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen di tahun 2020, dan kemudian sebesar 3 persen pada 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Pemerintah ini terbukti mampu menyangga UMKM untuk terus melakukan usahanya di masa pandemi.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan UMKM di masa pandemi yang tetap meningkat diiringi dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang telah berada di jalur positif.

Dia beberapa kali berdialog langsung dengan para alumni Program Prakerja dan penerima KUR di daerah-daerah Indonesia. Juga mendengarkan kisah-kisah perjuangan dan kesukseskan para alumni Program Kartu Prakerja.

Dalam berbagai kesempatan tersebut, dia selalu meyakinkan masyarakat bahwa Pemerintah hadir dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk adanya Program Kartu Prakerja yang disertai dengan penyaluran KUR untuk para alumni Program Kartu Prakerja yang bewirausaha.

Antusias Masyarakat

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mochammad Rudy Salahuddin berdialog dengan alumni Program Kartu Prakerja di Kabupaten Garut, Povinsi Jawa Barat pada Jumat (26/11/2021).
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mochammad Rudy Salahuddin berdialog dengan alumni Program Kartu Prakerja di Kabupaten Garut, Povinsi Jawa Barat pada Jumat (26/11/2021).

Bupati Garut Rudy Gunawan pada kesempatan tersebut berterima kasih juga atas program-program yang diinisiasi Pemerintah Pusat, utamanya untuk mendukung UMKM.

Dia mengakui bahwa masyarakat Kabupaten Garut memang antusias terhadap program-program Pemerintah Pusat, khususnya Program Kartu Prakerja dan KUR.

Terkait KUR, di Kabupaten Garut memiliki angka NPL yang rendah yaitu 0,5. Program Pemerintah ini terbukti bisa meningkatkan ekonomi daerah yang terlihat dalam laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut yang termasuk tinggi se-Provinsi Jawa Barat.

Dalam dialog tersebut para penerima Program Kartu Prakerja menyampaikan cerita kegigihannya bertahan selama di masa pandemi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel