Inilai Isi 5 Poin dalam The Jakarta Declaration of ASEAN 54

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta ASEAN Marketing Summit (AMS) ke-7 digelar secara virtual bertema Post Normal ASEAN, The Rise of Entrepreneurial Marketing, pada Kamis 4 November 2021.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai negara ASEAN. Mereka berdiskusi terkait Entrepreneurial Marketing sebagai kunci pemulihan industri menyambut endemik.

Acara AMS dibuka dengan pembacaan The Jakarta Declaration of ASEAN 54, yang terdiri dari 5 poin deklarasi. Deklarasi itu dibacakan Permanent Chairman, AMF ASEAN Caucus, Roger Wang.

"Kami, Kaukus Pemasaran ASEAN akan berjanji untuk mengadopsi kolaborasi damai tidak hanya di antara komunitas Asia tetapi untuk memperluas niat baik ini secara global," demikian deklarasi pertama.

Kedua, deklarasi itu menyampaikan, "Kami akan menginisiasi Komunitas Pemasaran ASEAN untuk terlibat dalam aktivitas dan bekerja untuk memimpin dunia dalam bidang standarisasi dan keunggulan pemasaran," jelas dia.

Selanjutnya, dalam poin ketiga, negara anggota ASEAN Marketing Federation berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan Teknologi Pemasaran guna meningkatkan dan meningkatkan kualitas Kemanusiaan.

"Kami akan memperkuat dan memfasilitasi di bidang pertukaran informasi dan berbagi pengetahuan di antara komunitas pemasaran di kawasan ASEAN," demikian poin keempat The Jakarta Declaration of ASEAN 54.

Dalam poin terakhir, dituliskan "Kami akan berkolaborasi dengan berbagai organisasi dari berbagai disiplin ilmu dengan tujuan untuk mempromosikan pemasaran sebagai pilihan strategis menuju pemulihan ekonomi".

Wamenlu Serukan Pentingnya Transformasi Digital Dalam Integrasi Ekonomi ASEAN

Wamenlu Mahendra Siregar, dalam pembukaan pertemuan Friends of Creative Economy (FCE) tanggal 11 November 2020. (Dok: Kemlu RI)
Wamenlu Mahendra Siregar, dalam pembukaan pertemuan Friends of Creative Economy (FCE) tanggal 11 November 2020. (Dok: Kemlu RI)

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa ekonomi ASEAN, yang telah diguncang pandemi COVID-19 selama hampir dua tahun telah menunjukkan ketahanan yang relatif tinggi.

"Ekonomi ASEAN diproyeksikan tumbuh lebih dari 3 persen tahun ini dan 5 persen pada 2022, menurut Asian Development Bank," kata Mahendra.

Namun, menurut Mahendra, kemampuan ASEAN untuk mengatasi tantangan akan tergantung pada kerjasama dan kolaborasi dalam memajukan kerangka pemulihan komprehensif ASEAN.

"Kita juga membutuhkan partisipasi dari semua pemangku kepentingan termasuk sektor swasta," ujarnya.

Dikatakannya juga bahwa transformasi digital merupakan dorongan utama menuju integrasi ekonomi ASEAN.

Hal itu dikarenakan internat yang saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok untuk aktivitas sehari-hari, di tambah lagi pada masa pandemi, ketika permintaan produk digital meningkat.

"ASEAN adalah wilayah dengan pertumbuhan pengguna internet tertinggi, dengan potensi digital ekonomi yang sangat besar," jelas Mahendra.

Selama pandemi COVID-19, Mahendra mengungkapkan, ekonomi digital ASEAN tumbuh lebih dari USD 100 juta pada tahun 2020 dan akan terus tumbuh USD 210 miliar pada tahun 2025.

"Ekonomi digital di Indonesia sendiri diperkirakan mencapai USD 125 miliar pada 2025, sekitar 40 persen dari total ekonomi digital ASEAN," imbuhnya.

"Oleh karena itu, transformasi digital sangat penting dalam agenda integrasi ekonomi ASEAN," tambah Mahendra.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel