Innalillahi, Dirut RS Islam Surabaya Meninggal karena COVID-19

Dedy Priatmojo, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, Jawa Timur. Direktur utamanya, Samsul Arifin, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 14 November 2020, setelah sempat dirawat karena terpapar Coronavirus Disease atau COVID-19. Almarhum juga memiliki riwayat penyakit penyerta.

Samsul dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 06.45 WIB. Sebelum meninggal, Wakil Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jawa Timur itu dirawat di ruang isolasi RSUD dr Soetomo Surabaya selama dua puluh hari. "Doakan beliau, ya," kata juru bicara RSI A Yani Surabaya, M Budhi, dikonfirmasi wartawan.

Ia menjelaskan, almarhum diketahui terpapar COVID-19 dari hasil tes usap atau swab test pada 25 Oktober 2020 lalu. Ia menjalani tes usap setelah mengalami batuk-batuk tanpa henti. "Batuk tidak dirasa. Selalu ingin kerja dan kerja," ujar Budhi.

Kesehatan almarhum memang diketahui tidak begitu bagus sejak 2007. Kendati begitu, almarhum tetap bekerja dengan giat.

Tiga hari lalu, kondisi kesehatan almarhum sempat membaik. Namun, takdir berkata lain. Ajal menjemput almarhum. "Akhirnya beliau menyerah," kata Budhi.

Untuk mencegah penularan lebih luas, petugas COVID-19 dan pihak rumah sakit melakukan penelusuran dan men-tracing siapa pun yang berkontak erat dengan almarhum di RSI A Yani, khususnya di lantai lima gedung.

Hasilnya, kata Budhi, semua aman. "Sudah dicek dan aman," ujarnya. (ren)