Innalillahi, Jenderal TNI Panglima Ribuan Pasukan PBB Meninggal Dunia

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Tentara Nasional Indonesia berduka cita. Tokoh militer dunia, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Aris Abin telah berpulang untuk selamanya.

Berdasarkan informasi yang diterima VIVA Militer, Jumat 26 Maret 2021, almarhum menghembuskan napas terakhir di ruang perawatan Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Kamis malam pukul 21:39 WIB.

Ketum Umum Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) meninggal dunia di usia 95 tahun.

Jenderal TNI kelahiran Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat ini bukan tokoh militer biasa. Sebab dia merupakan satu-satunya Jenderal TNI yang pernah menjadi Panglima Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau United Nations Emergency Forces (UNEF) II.

Letjen TNI Rais Abin dipercaya menjadi Panglima UNEF saat terjadi Perang Yom Kippur 1973 yang melibatkan Mesir dan Israel. Ketika itu almarhum memimpin sebanyak 4 ribu pasukan yang berasal dari 13 negera dunia termasuk Indonesia.

Berkat kepandaiannya akhirnya presiden kedua negeri bisa dipertemukan. Dia berhasil mempertemukan Presiden Mesir, Anwar Sadat dan PM Israel, Menachem Begin untuk perundingan damai di Camp David. Dan akhirnya hasil pertemuan ini menjadi sebuah keputusan damai yang disepakati di Amerika pada 1979.

Letjen TNI Rais Abin mulai bergabungan dengan TNI sejak tahun 1948 dan pensiun pada 1982.

Atas kepergian Letjen TNI Rais Abin, keluarga besar VIVA Militer turut berbelasungkawa yang sedalam-dalam. Semoga amal ibadah almarhum semasa hidup diterima Allah SWT, dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan.

Baca: Seenaknya Geledah Kamar Hotel Kolonel TNI, Polisi Ngaku Salah