Selamat Jalan Kiai Bashori Alwi Sang Profesor Alquran

Malang - Warga nahdiyin di Malang berduka, salah satu ulama kharismatik, ahli ilmu Alquran yang juga pengasuh Ponpes PIQ Singosari Malang, KH Bashori Alwi Murtadho telah wafat, pada Senin (23/3/2020) sekitar pukul 15.31 WIB.

Wafat karena penyakit jantung pada usia 95 tahun, Kiai Bashori Alwi telah dimakamkan hari ini, Selasa (24/3/2020) usai salah Zuhur.  

Sejak muda, Kiai Bashori sudah berkiprah di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Nasional dalam Dewan Hakim. Kiai yang dikenal sebagai profesor Alquran itu tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

Sebelum belajar di Ponpes Salafiyah Solo, pernah mondok di Ponpes Sidogiri dan Ponpes Legi di Pasuruan antara tahun 1940-1943. Selain mengkaji ilmu-ilmu agama dengan kitab-kitab klasik khas pesantren salaf, Bashori muda juga tekun belajar Bahasa Arab.

Kiai Bashori pernah berguru kepada Syaikh Mahmud Al-Ayyubi dari Iraq, Sayyid Abdur Rahman bin Syihab Al-Habsyi, Syaikh Ismail dari Banda Aceh, Ustadz Abdullah bin Nuh dari Bogor.

Kiai Bashori merupakan sosok praktisi dunia pendidikan yang profesional dan berpengalaman. Buktinya, ia telah malang melintang berkhidmat di lembaga-lembaga pendidikan, baik umum maupun agama, formal maupun informal.

Kiai Bashori pernah menjadi pengajar sekitar tahun 1950 saat tinggal di kawasan Ampel Surabaya, di rumah pamannya. Disana, beliau ditawari mengajar di SMI Surabaya dan PGA Negeri Surabaya (1950-1953) dan di PGAA Negeri Surabaya (1953-1958).

Sejak itulah, jiwa kepengajaran Kiai Bashori semakin terasah. Ketika hijrah ke Gresik setelah mempersunting gadis di sana, ia masih mengajar di Surabaya.

Setelah lama merantau, pada tahun 1958, Kiai Bashori kembali ke Singosari. Di Singosari Kabupaten Malang, ia meneruskan tradisi mengajarnya dengan menjadi guru di PGAA Negeri Malang (1958-1960), dosen Bahasa Arab di IAIN Malang (1960-1961, sekarang UIN Malang).

Di samping mengajar di lembaga formal, Kiai Bashori juga aktif mengajar bacaan dan lagu Alquran di berbagai tempat. Sampai akhirnya, pada 1978, ia mendirikan Pesantren yang dinamainya Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) di Singosari, Kabupaten Malang.

Keahliannya dalam bidang ilmu Alquran, Kiai Bashori memang seorang ahli qari’ (pelantun Alquran bil-ghina) tingkat nasional, bahkan internasional. Ia juga pendekar yang sudah malang-melintang di dunia tilawah. Bersama dua qari’ nasional lainnya, Ustadz Abdul Aziz Muslim dan (alm.) Fuad Zain. Mereka pernah diundang untuk membaca Alquran di 11 negara Asia Afrika (Arab Saudi, Pakistan, Irak, Iran, Siria, Lebanon, Mesir, Palestina, Aljazair dan Libya).

Adapun karya buku dan risalah yang ditulisnya dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia diantaranya, Mabadi’ Ilm At-Tajwid (Pokok-Pokok Ilmu Tajwid) dilengkapi Kamus “Miftahul Huda” (Panduan Waqaf dan Ibtida’), Madarij Ad-Duruus Al-Arabiyah (Pelajaran Bahasa Arab, 4 Jilid), Dalil-Dalil Hukum Islam (Terjemahan Matan Ghayah Wat Taqrib, 2 Jilid).

Selanjutnya, Al-Ghoroib Fii Ar-Rasm Al-Utsmany (Seputar bacaan dan tulisan asing dalam Mushaf Rasm Utsmany), Ahadiits Fi Fadhailil Qur’an Wa Qurra’ihi (Hadis-hadis tentang keutamaan Al-Qur’an dan para pembacanya), Terjemahan Syari’atullah Al-Khalidah (Karangan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki), Pedoman Tauhid (Terjemahan Aqidatul Awwam).

Tak hanya itu, ia juga menulis buku dan kitab yang diberi nama, Pengantar Waraqaat Imam Al-Haramain, Membahas Kekuasaan (Terjemahan Al-Nasaih al-Diniyah Wa Al-Washaya Al-Imaniyah), Al-Miqat Al-Jawwi Li Hajji Indonesia (Miqat Udara bagi Haji Indonesia), Manasik Haji, Pedoman Singkat Imam dan Khotib Jumat.

Selain itu, KH Bashori Alwi juga menulis buku atau kitab berjudul Kumpulan khutbah Jum’at, At-Tadlhiyah, Petunjuk Singkat tentang Qurban, At-Tartil Waa Al-Lahn, risalah tentang Tepat dan Salah Baca dalam Alquran, Bina Ucap (Mahraj dan Sifat Huruf), Bina Ucap (Hamzah Washol dan Hamzal Qotho’), Dzikir Ba’da Salat Jumat, Zakat dan Penggunaannya, Hukum Talqin dan Tahlil, Tarawih dan Dasar Hukumnya, dan beberapa kitab dan risalah lainnya yang cukup popular di kalangan pesantren dan warga NU.

Baca juga berita TimesIndonesia lainnya di sini.

Simak juga video pilihan berikut ini: