Innocence of Muslims

Kemunculan cuplikan sebuah film berjudul "Innocence of Muslims" di YouTube memicu protes besar mencuat dari penganut Islam di berbagai negara di seluruh dunia.

Protes besar berawal di Mesir dan Libya, hingga menewaskan seorang duta besar Amerika untuk Libya di Benghazi dan tiga staf kedutaan. Demonstrasi selanjutnya merebak hingga ke seluruh dunia, terutama di Asia dan Eropa. Di Indonesia, protesnya tak sebesar yang terjadi di Mesir atau Libya.

Aktris di film tersebut, Cindy Lee Garcia mengaku ditipu. Menurutnya, si sutradara mengatakan film itu hanya sebuah film biasa berlatar Mesir 2000 tahun lalu. Dalam film, Cindy hanya berperan sebagai seorang wanita yang menyerahkan anaknya pada Nabi Muhammad untuk dinikahi. Tetapi, saat ia syuting, bukan Nabi Muhammad yang ia datangi, melainkan seorang Master George. Nama Muhammad diganti olehh si sutradara pada proses pascaproduksi.

Siapakah sutradara film yang memicu keonaran serta menelan korban jiwa? Dia adalah Mark Bassely Youssef atau Nakoula Basseley Nakoula. Di pengadilan terungkap itu cuma nama samaran. Dia mengaku menggunakan nama samaran, antara lain, untuk mendapatkan surat izin mengemudi.

Produser sekaligus sutradara film anti-Islam "Innocence of Muslims" itu kini divonis satu tahun penjara. Tetapi bukan karena film, melainkan lantaran melanggar ketentuan hukuman percobaan dalam kasus penipuan perbankan. Dia ditahan di penjara California Selatan.

Pada 2010, Youssef dipenjara 21 bulan penjara dan harus menjalani hukuman percobaan selama lima tahun. Namun dia melanggar hukuman percobaan dan ditangkap akhir September 2012.

Umat muslim menuntut Youssef dihukum berat atas film tersebut. Seorang menteri Pakistan bahkan menawarkan $100 ribu bagi yang bisa membunuhnya.

Raja Arab Saudi mendesak adanya tindakan PBB untuk mencegah penistaan agama seperti film tersebut. Sementara di Indonesia, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan film itu tidak perlu ditanggapi. "Orang gila ini terlalu kecil untuk didemo," ujar dia.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...