Inovasi Jaris & K ciptakan nuansa dramatis pada papan "billboard"

PT Trimedia Imaji Rekso Abadi (Jaris & K), perusahaan yang bergerak di bidang out-of-home (OOH) media advertising atau iklan media luar ruangan, melakukan inovasi dengan memberikan sentuhan ambience lighting yang mampu menciptakan nuansa lebih dramatis pada papan billboard.

Inovasi dengan menggunakan sentuhan ambience lighting tersebut dilakukan sebagai sebuah upaya agar perhatian masyarakat bisa langsung menuju focal point atau objek iklan.

Direktur Utama Jaris & K Komarudin Fuad mengatakan bahwa agar eksekusi ambience lighting dapat maksimal, maka hal yang harus diperhatikan adalah memilih lokasi yang tepat. Pasalnya, penerapan ambience lighting akan apik jika lokasi memiliki keseimbangan cahaya yang baik. Dalam hal ini, Jaris & K memilih lokasi di bawah stasiun MRT sebagai titik konsep media luar ruang mereka.

"Yang menjadi titik ketertarikan dari penggunaan ambience lighting pada Jaris & K adalah konsep media yang terletak di under stastion MRT, yang di mana dapat dipersonalisasikan dan dikonsepkan secara kreatif seluas-luasnya dan seeksklusif mungkin," kata Komarudin melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Dengan inovasinya itu, Jaris & K menjadi pionir perusahaan iklan yang menerapkan konsep ambience lighting. Menurut Komarudin, semenjak perusahaannya menggunakan ambience lighting pertama kali untuk materi kampanye Netflix "Stranger Things 4", antusiasme dari para klien semakin meningkat.

"Semenjak digunakannya ambience lighting pertama kali, setiap brand yang mau memasang media di under station selalu menyertakan opsi ambience lighting," katanya.

Selain sentuhan ambience lighting sebagai gebrakan kreatif, Jaris & K juga membuat after movie sebagai bentuk nilai tambah digital branding kepada klien mereka. After movie tersebut merupakan video rekapitulasi dari kegiatan campaign brand yang melakukan pemasangan iklan di Jaris & K dengan teknik pengambilan footage yang mengusung gaya sinematik, layaknya dalam pembuatan film profesional.

"After Movie bisa dijadikan sebagai one package untuk klien, akan tetapi tidak sedikit juga klien meminta after movie secara terpisah untuk mendokumentasikan brand mereka secara eksklusif dan berbeda," imbuh Komarudin.


Baca juga: Kiat besarkan "brand" menurut pakar

Baca juga: "Marketplace" periklanan mulai dirintis di Indonesia

Baca juga: Dua perusahaan periklanan digital kolaborasi via Facebook