Inovasi Jasa Perhotelan di Era New Normal

Syahdan Nurdin, muhammadwildanhakim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Adanya pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap semua sektor, tidak terkecuali perekonomian Indonesia.

Industri perhotelan merupakan industri yang sangat terpukul dan berdampak sangat hebat dalam pandemi ini. Banyaknya hotel yang terpaksa tutup karena tidak lagi kedatangan tamu serta bisnis makanan dan pertemuan yang tidak lagi terisi.

Ditambah lagi anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah, bekerja di rumah, dan belajar di rumah sehingga industri perhotelan banyak yang mengalami gejala kebangkrutan.

Namun, dengan adanya era new normal yang dikenalkan pemerintah dan mulai adanya pelonggaran kebijakan ekonomi termasuk pelonggaran larangan melakukan perjalanan. Menyongsong era new normal saat ini berbekal sertifikat penerapan standar protokol kesehatan, berbagai inovasi dikembangkan oleh perusahaan perhotelan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya menarik kembali minat masyarakat menggunakan jasa perhotelan dengan adanya standar jaminan protokol kesehatan yang memadai.

Untuk memberikan rasa aman kepada para pengguna hotel saat menginap, sejumlah perusahaan perhotelan mencoba untuk menggandeng perusahaan telemedicine. dengan adanya kerja sama tersebut nantinya staf hotel akan mendapatkan pelatihan dalam meningkatkan standar kebersihan dan akan diimplementasikan di seluruh jaringan hotel.

Seperti pengukuran suhu saat proses check in ini tidak hanya berlaku untuk tamu, tetapi juga untuk staf hotel yang bertugas. Staf hotel dan juga tamu harus melaporkan kondisi kesehatan serta riwayat perjalanan mereka selama dua minggu terakhir.

Pihak hotel akan memastikan penggunaan masker oleh para staf serta menyediakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol selalu disediakan di beberapa area hotel. Hotel harus terus melakukan pembersihan dan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh, teratur, dan berkala.

Dalam upaya untuk mengurangi interaksi langsung perusahaan meluncurkan fitur check in tanpa sentuhan. Tamu dapat melakukan check in tanpa harus berinteraksi langsung dengan staf hotel yaitu melalui aplikasi hotel tersebut, tamu nantinya akan menerima tautan melalui sms, whatsapp, atau notifikasi dari aplikasi tersebut.

Untuk proses verifikasi, tamu cukup mengisi ID pemesanan tanggal check ini, data diri setiap tamu yang datang, serta foto kartu tanda penduduk (KTP). Ketika sampai di hotel, tamu dapat menunjukkan ID fisik mereka untuk diverifikasi secara digital melalui aplikasi oleh petugas resepsionis.

Inovasi lain yaitu menerapkan trend cloud kitchen, untuk mengubah konsep dapur hotel yang telah ada. Mengantisipasi sepinya pengunjung, dapur hotel dapat dioptimalkan tetap produktif melalui strategi cloud kitchen, sehingga tidak hanya menerima dine-in, tapi memanfaatkan layanan food delivery.

Tidak hanya itu, dengan beragamnya aplikasi marketplace, dapur hotel-hotel dapat bergabung dan menawarkan menu-menu yang menjadi keunggulan masing-masing hotel secara online.

Kemudian dengan memberikan diskon, diskon biasanya diberikan kepada para pelanggan yang memesan hotel menggunakan aplikasi. Pemberian diskon ini juga bisa dilakukan dengan melakukan flash sale nantinya pada flash sale tersebut akan diberikan diskon yang cukup besar untuk pelanggan.

Pemberian diskon ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan ke hotel, selain itu, hal ini diharapkan juga menjadi upaya untuk membantu pemerintah untuk meningkatkan pariwisata.