Inovasi Layanan Maskapai Penerbangan di Masa Pandemi

Dian Lestari Ningsih, salsabilaadhisty
·Bacaan 2 menit

<p>VIVA – Pada awal tahun 2020, virus yang tidak dikenal saat ini kita sebut Covid-19 atau corona virus melanda sejumlah negara. Virus tersebut menyebarluas ke berbagai negara dan sebagian negara menggunakan sistem lockdown.

Hal tersebut dilakukan agar pemerintah di negara tersebut dapat mengurangi bahkan menghilangkan corona virus dari negaranya. Di awal 2021 ini sebagian negara masih bertahan untuk mengurangi bahkan menghilangkan virus tersebut dari negaranya.

Dampak virus tersebut dirasakan oleh hampir setiap negara dan dalam berbagai industri. Maskapai penerbangan adalah salah satu perusahaan atau industri yang paling dirugikan. Karena adanya virus tersebut masyarakat khawatir jika berpergian menggunakan transportasi umum, salah satunya yaitu, pada industri penerbangan atau pesawat.

Dan juga karena di berlakukannya lockdown di Indonesia yang membuat masyarakat harus berada dirumah masing-masing saat corona virus memasuki wilayah nusantara atau Indonesia ini. Virus ini membuat maskapai penerbangan mengubah strategi besar-besaran. Strategi yang mereka gunakan setelah adanya virus ini berbeda dengan strategi yang mereka gunakan sebelumnya.

Berdasarkan artikel yang saya baca, sebelum corona virus menyerang maskapai penerbangan lebih memfokuskan strategi mereka kepada layanan yang dapat memuaskan penumpang atau masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan tersebut. Akan tetapi setelah corona virus menyerang mereka lebih memfokuskan strategi mereka yakni untuk mengoptimalkan layanan kargo dengan mengoptimalkan proyek pemerintah, khususnya yang terkait dengan penanganan Covid-19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, alat kesehatan.

Selain layanan kargo untuk pemerintah, maskapai penerbangan juga mengoptimalkan layanan kargo untuk e-commerce atau online shop yang bertujuan mengantarkan pesanan pelanggan mereka yang berada di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri.

Layanan maskapai penerbangan berikan saat pandemi, lebih memfokuskan kepada pesanan atau request dari penumpang dan jadwal penerbangan yang ada akan dipangkas lebih sedikit dari biasanya karena kebanyakan negara, pulau, atau bahkan kota tertentu membatasi adanya kunjungan dari masyarakat ke negara, pulau, atau kota tersebut.

Contoh dari layanan yang berbeda yaitu surat kabar, majalah dan literatur di kursi belakang juga telah dihapus dari beberapa maskapai penerbangan dan diganti dengan perpustakaan elektroniknya, yang tersedia melalui aplikasi seluler masing-masing maskapai penerbangan.

Pada pertengahan bulan Juli, hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia menurunkan harga tiket hingga setengah harga dari yang biasanya perusahaan tetapkan. Walaupun maskapai penerbangan telah memutuskan untuk menurunkan harga tiket, akan tetapi kualitas dalam melayani penumpang tetap seperti biasa dan tidak menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan dan tidak melanggar kode etik penerbangan yang sudah ditetapkan sebelum adanya corona virus.

Mereka juga mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah misalnya, menjaga jarak saat berada di dalam pesawat. Maskapai penerbangan setuju untuk mengosongkan kursi di antara kedua penumpang di dalam pesawat.

Bahkan di bulan Desember ini, beberapa maskapai penerbangan dengan durasi atau waktu terbang yang cukup singkat memutuskan agar penumpang tidak makan dan minum di dalam pesawat untuk meminimalisasi penularan virus tersebut. Selain menjaga jarak, beberapa syarat untuk menggunakan transportasi udara yakni wajib menggunakan masker dan menunjukkan hasil test bebas covid-19.