Inovasi pangan "singsaras" dari Unej untuk kurangi konsumsi beras

Faisal Yunianto

Universitas Jember (Unej) meluncurkan inovasi pangan bernama "singsaras" (singkong disawut menjadi beras) sebagai makanan alternatif untuk mengurangi konsumsi beras sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Peluncuran "singsaras" tersebut dilakukan para peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej saat peringatan Dies Natalis ke-55 Universitas Jember di lapangan kampus setempat usai upacara Hari Pahlawan sekaligus Dies Natalis Unej pada Minggu.

"Produk singsaras diluncurkan sebagai bentuk dukungan Universitas Jember akan penyelesaian masalah-masalah pangan dan pertanian nasional," kata Ketua LP2M Unej Prof Achmad Subagio di Jember.

Baca juga: Akademisi ingatkan pentingnya inovasi produk pangan

Menurutnya, produk singsaras diolah dengan teknologi sederhana, sehingga diharapkan dapat diolah oleh setiap rumah tangga Indonesia tanpa teknologi tinggi.

"Harapannya kemunculan singsaras dapat menurunkan konsumsi beras Indonesia yang cukup tinggi, yakni 114,6 kg per kapita per tahun," katanya.

Ia mengatakan pengolahan singsaras sangat mudah, dimulai dengan pemilihan singkong yang baik dari varietas manis dengan HCN rendah, pengupasan, pencucian, pembuatan sawut, perendaman untuk menghilangkan tapioka yang di luar, pemerasan, perendaman dengan bumbu yang sesuai, dan pengeringan.

"Produk yang dihasilkan berupa sawut-sawut kering berwarna putih cerah. Cara memasaknya juga sederhana, dapat dicampur beras dengan perbandingan satu banding satu dan dimasak dengan menggunakan rice cooker," katanya.

Baca juga: Penelitian di bidang pangan sangat dibutuhkan

Hasil analisis, lanjut dia, menunjukkan bahwa singsaras mempunyai kandungan karbohidrat kompleks dengan kadar serat tinggi yang mencapai 4-5 persen.

"Sehingga sangat baik untuk dikonsumsi karena akan memperbaiki sistem pencernaan dan mengurangi kecepatan kenaikan gula darah setelah makan," ujarnya.

Prof Subagio berharap penyebaran teknologi singsaras dapat mengurangi ketergantungan Indonesia akan beras, sehingga dapat meningkatkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Sementara Rektor Unej Moh. Hasan mengatakan tema Dies Natalis ke-55 yakni "Inovasi Tiada Henti, Universitas Jember Membangun Untuk Negeri".

"Unej akan terus membuat inovasi-inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh segenap warga Indonesia, bahkan dunia," katanya.

Dalam Dies Natalis itu, produk singsaras dibentuk dalam tumpeng nasi kuning raksasa berukuran 2,5 meter dan pembagian 3.000 ribu porsi nasi goreng singsaras yang bisa dinikmati oleh civitas akademika yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Pemerintah dorong inovasi bidang pangan dan mitigasi bencana