Inovasi Perawatan Tubuh dengan TOGA oleh Mahasiswa UMM

·Bacaan 1 menit

VIVA – Perawatan tubuh tidak harus mahal, loh! Kok bisa? Seperti kegiatan sosialisasi pembuatan lulur temulawak yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) pada Sabtu (3/7).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga (PKK) RT 01 RW 10 Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang. Adapun sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengenalkan tentang cara pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang sedang digalakkan di wilayah setempat dengan target produk kosmetik yang saat ini gencar dikembangkan.

Maraknya peredaran kosmetik ilegal yang merugikan konsumen juga membuat masyarakat lebih memilih kosmetik alami tanpa bahan-bahan kimia. Sehingga, usai kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat bisa menjadikannya sebagai alternatif dalam penggunaan kosmetik sekaligus menjadi inspirasi wirausaha skala kecil.

Kegiatan yang disertai dengan praktik cara pembuatan lulur alami menyita perhatian ibu-ibu PKK. Bagaimana tidak, ternyata bahan-bahan yang sering mereka jumpai di dapur bisa diubah menjadi kosmetik dengan berbagai manfaat.

Kombinasi dari temulawak (Curcuma xanthorriza) dan beras (Oryza sativa) yang dapat mencerahkan, menjaga kelembapan, dan menghaluskan kulit serta kopi (Coffea arabica) yang dapat mencegah kerutan dan mengangkat kotoran dan sel kulit mati disulap menjadi lulur praktis siap pakai yang tentunya aman digunakan sehari-hari. Alat dan cara pembuatan yang mudah dan sederhana menjadikan lulur ini bisa dibuat oleh siapa saja. Ibu-ibu PKK juga diberikan sampel lulur temulawak untuk diuji coba usai kegiatan.

“Saya baru tahu kalau temulawak bisa digunakan sebagai lulur. Saya kira kulitnya nanti jadi kuning, tetapi setelah dicoba ternyata kulit saya jadi lebih segar, bersih, tambah halus. Nanti saya coba buat sendiri di rumah buat persediaan, kan gampang, murah lagi.”, ujar salah satu ibu PKK yang mengikuti kegiatan tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel