Inovasi Produk Sarung di Usia-68 Tahun yang Mempertahankan Budaya Indonesia

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Sarung menjadi salah satu produk buatan Indonesia yang telah mendunia. Seperti PT. Behaestex yang sudah 68 tahun memproduksi sarung tenun sejak tahun 1953 yang dimulai dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan merek BHS serta merek Atlas yang dibuat dengan Alat Tenun Mesin (ATM).

Hingga kini merek sarung BHS menjadi pioner di industri sarung tenun tradisional (ATBM). Selain dikenal karena kualitasnya sebagai sarung premium, jenama ini juga melestarikan tradisi budaya Indonesia.

“Produk Behaestex dengan merk BHS dan Atlas memang sudah sangat melekat di kalangan masyarakat. Bahkan di beberapa daerah, produk sarung kami sudah menjadi barang yang prestige untuk dimiliki dan secara tidak langsung ikut serta melestarikan budaya Indonesia," ujar Direktur Utama Behaestex Najib Abdurrauf Bahasuan.

Di masa pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020, Behaestex juga telah meluncurkan produk-produk baru antara lain, Sprei Atlas Premium, Sarung Atlas Super Premium, Sarung Batik, Kain Batik Jacquard dan Baju Batik Jacquard. Dan menjelang usia ke-68 pada awal tahun 2021, Behaestex akan meluncurkan varian produk terbaru dari Sarung BHS yang diberi nama BHS Cosmo.

“Dengan hadirnya BHS Cosmo diharapkan akan menyasar segmen entry level mengingat masih tingginya kebutuhan pasar dosmetik maupun ekspor.” lanjut Najib Abdurrauf Bahasuan.

Mempertahankan Nilai Budaya Indonesia dalam Inovasinya

Dalam setiap inovasi, tentunya brand ini berkomitmen mempertahankan nilai budaya Indonesia dalam tiap produknya mulai dari pembuatan, motif, serta unsur lainnya. Apalagi dibuat untuk kebutuhan ekspor, selain untuk lokal.

Distribusi produk baik lokal maupun International dilakukan mulai dari Asia Tenggara, Afrika, Amerika, dan beberapa benua lainnya. Selain mengembangkan di pasar offline, Behaestex juga merambah ke pasar online melalui official store marketplace, seperti Shopee Tokopedia, Lazada, Blibli, Zalora, Bukalapak, Jd.id, Zilingo, Alibaba, dan Sarung Indonesia.

Simak Video Pilihan Berikut

#ChangeMaker