Inovasi Ranjang Karton Bisa Diubah Jadi Peti untuk Jenazah COVID-19

Adinda Permatasari

VIVA – Di situasi sulit di tengah pandemi COVID-19, banyak orang yang terdorong untuk kreatif membuat inovasi dalam berbagai hal. Begitu pun dengan sebuah perusahaan di Kolombia yang menciptakan ranjang rumah sakit dengan desain unik.

Menurut laporan Japan Times, ranjang tersebut dirancang dengan tujuan utama mengurangi biaya pemakaman, sementara juga memitigasi risiko transmisi di antara staf medis dan pasien yang terinfeksi. Ranjang yang dibuat dari karton ini dibuat dengan rangka logam yang bisa diubah yang bisa membangtu menyangga beban pasien.

Diciptakan oleh ABC Display di Bogota, sebuah perusahaan yang utamanya bekerja di bidang iklan, kreasi baru itu didapat setelah manajer perusahaan Rodolfo Gomez melihat keluarga miskin di Ekuador berjuang menutup biaya untuk mengubur keluarga mereka yang meninggal karena COVID-19 yang biasanya dimasukkan ke dalam peti kayu yang mahal.

Baca juga: 3 Tahap Perubahan Perilaku Saat Memasuki Fase New Normal

Banyak keluarga di kota pesisir Guayaquil menunggu bersama jenazah orang tercinta mereka di rumah selama berhari-hari bulan lalu seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19. Banyak yang tidak bisa menemukan atau mampu membeli peti kayu, dan memilih menggunakan karton.

Menurut Telegraph yang dikutip laman World of Buzz, yang membuat desain ranjang ini lebih mengesankan adalah ranjang karton itu tampak bisa menahan hingga beban 150 kilogram. Satu ranjang dihargai 85 dolar atau sekitar Rp1,25 juta.

Meski demikian, menurut laporan The Washington Post, belum disebutkan kalau ranjang ini benar-benar sudah dipesan untuk digunakan untuk saat ini, meski Gomez berjanji untuk mendonasikan 10 ranjang karton ini kepada departemen Amazona di Kolombia.

Gomez mengatakan dia bekerja sama dengan klinik swasta untuk menciptakan desain ranjang itu, yang diharapkan bisa berguna untuk klinik darurat yang kekurangan ranjang. Namun, satu dokter skeptis terhadap ketahanan karton itu. Dia juga memperingatkan bahwa jenazah pertama harus ditempatkan di dalam kantong tertutup sebelum dimasukkan ke dalam peti karton untuk menghindari penyebaran penyakit.