Inovasi Tato Semipermanen, Dapat Memudar dalam Hitungan Bulan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini terdapat beragam terobosan menarik, termasuk dalam hal seni merajah tubuh atau tato. Bagi yang berminat untuk tato tidak permanen, kini hadir tato yang dapat memudar dalam hitungan bulan.

Dilansir dari The New York Post, Selasa, 23 Maret 2021, sebuah studio tato daerah Williamsburg di Brooklyn, New York, menyuguhkan inovasi baru bagi pelanggan yang ingin mencoba tato, tetapi belum siap dengan hasil yang permanen. Studio tato bernama Ephemeral Tattoo ini dijadwalkan akan dibuka pada 25 Maret 2021. Mereka menawarkan tato yang bertahan di kulit antara 9--15 bulan.

Para pendiri berharap inovasi tersebut bisa menarik banyak klien pertama kali ke dunia tato, dari yang ingin tahu soal modifikasi tubuh hingga orang-orang yang berasal dari kalangan konservatif.

"Meskipun ada waktu dan tempat untuk permanen, ada jutaan orang yang, seperti (kita), tidak akan terlibat (dengan tato) karena itu," kata salah satu pendiri Ephemeral, Josh Sakhai, kepada The Post.

Rekan pendiri Sakhai, yakni Brennal Pierre, Vandan Shah, dan bahkan CEO Jeff Liu, semuanya berasal dari latar belakang yang sama, dibesarkan dalam rumah tangga imigran tradisional. Tidak ada satu pun dari mereka yang seniman tato.

Mereka menghabiskan lebih dari enam tahun mengembangkan tinta khusus. Tim juga menguji lebih dari 50 formulasi untuk menemukan satu yang memudar dengan cara yang estetis.

Berbeda dengan pembuatan tato permanen, di mana kumpulan besar partikel tinta yang menggumpal tidak rusak oleh sistem kekebalan tubuh, tinta Ephemeral akan larut seiring waktu. Untuk saat ini, tinta hanya tersedia dalam warna hitam.

Tato kecil dengan desain "halus" memiliki kisaran harga dari 175 dolar AS hingga 225 dolar AS atau setara 2,5 juta hingga Rp3,2 juta. Sedangkan, tato berukuran sedang, seperti tato bisep, harganya 350 dolar AS hingga 450 dolar AS atau sekitar Rp5 juta hingga Rp6,5 juta.

Tanggapan Seniman Tato

Ilustrasi perempuan bertato. (dok. unsplash.com/@savwalts)
Ilustrasi perempuan bertato. (dok. unsplash.com/@savwalts)

Seniman tato berpengalaman Marissa Boulay menyebut, ia melihat perbedaan dalam cara kerja tinta, tetapi itu "sangat kecil". "Ini (bekerja) lebih baik jika Anda bergerak lebih lambat daripada tato tradisional," kata Boulay.

Sementara, tinta hitam juga tidak dapat memudar menjadi skala abu-abu untuk shading, alternatifnya adalah seniman membuat bintik-bintik dan garis silang, tato yang baru hasilnya 'saturasi'-nya berkurang.

The New York Post berbicara dengan Michael Bellamy, pemilik Red Rocket Tattoo di Manhattan mengenai jenis tinta non-permanen ini. Ia kurang setuju dengan adanya jenis tinta ini, dikarenakan hal ini bertentangan dengan makna tato.

"Ini benar-benar bertentangan dengan arti tato: permanen, komitmen, (semangat) pemberontak," kata Michael Bellamy. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: