Insentif Bertebaran, Saat Ini Disebut Waktu Tepat Membeli Properti

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Pembelian properti saat ini dinilai lebih berpotensi menghasilkan untung. Alasannya, pemerintah tengah memberikan berbagai insentif untuk sektor properti selama pandemi COVID-19.

Sebut saja insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) properti khususnya rumah tapak dan rumah susun hingga akhir tahun ini.

Selain itu Bank Indonesia memberikan kelonggaran uang muka 0 persen untuk kredit atau pembiayaan properti.

Pengamat properti dari Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli properti.

“Kalau saat harganya rendah seperti ini dibeli, untungnya akan optimal ketika nanti beberapa tahun lagi bisa booming dan bisa dijual,” kata Panangian.

Dia mengatakan pembelian properti untuk rumah tinggal maupun investasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kemudahan yang ada tersebut. Apalagi, pemulihan ekonomi nasional juga tengah berjalan saat ini.

“Tren properti memang lagi down, tapi justru bagus momennya sekarang untuk investasi karena banyak properti yang harganya di bawah pasar. Kalau konsumen memilih membeli rumah juga bagus karena suku bunga paling rendah sekarang,” ujarnya.

Panangian mengatakan calon pembeli sebaiknya memilih pengembang properti yang tepercaya ketika akan membeli properti di masa pandemi.

“Pilih pengembang yang sudah ada pengalaman, sudah banyak proyeknya. Lihat dari latar belakangnya, jangan sampai membeli dari developer yang kurang bonafide,” ujarnya.

Jangan sampai, tertipu oleh pengembang yang tidak bertanggung jawab. “Saat ini juga pasti pengembang memberi harga yang lebih wajar, dari pada ditunggu nanti dua tahun lagi harganya makin tinggi, lebih baik membeli sekarang,” ujarnya.

Sebagai salah satu pengembang rumah tapak tepercaya, Assistant Vice President Marketing Kota Podomoro Tenjo Zaldy Wihardja mengatakan bahwa perilaku konsumen untuk membeli properti khususnya rumah tapak cukup meningkat.

“Karena rumah tinggal merupakan suatu kebutuhan baik untuk hunian maupun investasi, banyak calon konsumen yang memutuskan untuk membelinya sekarang di masa pandemi,” katanya.

Zaldy menilai berbagai kemudahan dari pemerintah dan bank memicu konsumen untuk melihat peluang investasi yang lebih menguntungkan.

“Dari sisi harga misalnya, kami menjual produk-produk kami dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp200 jutaan, terbukti dari terjualnya 2.000 unit di Kota Podomoro Tenjo. Selain itu insentif PPN dari pemerintah dan kelonggaran uang muka dari BI sangat meringankan calon pembeli,” katanya.

Trena Naik

Calon pembeli melihat desain interior Rumah Contoh Kota Podomoro Tenjo, Central Park Podomoro City Jakarta, Senin (7/12/2020). Kota Podomoro Tenjo diproyeksikan sebagai kota mandiri yang didukung pembangunan tol Serpong – Balaraja dan berada 2 km dari pintu tol Cileles. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Calon pembeli melihat desain interior Rumah Contoh Kota Podomoro Tenjo, Central Park Podomoro City Jakarta, Senin (7/12/2020). Kota Podomoro Tenjo diproyeksikan sebagai kota mandiri yang didukung pembangunan tol Serpong – Balaraja dan berada 2 km dari pintu tol Cileles. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Menurutnya, tren pembelian properti di Kota Podomoro Tenjo yang meningkat ini justru menunjukkan bahwa calon konsumen mampu menihat peluang cuan dari properti di masa mendatang.

“Membeli properti di kawasan Tenjo misalnya, harga tanahnya relatif lebih murah, plus insentif-insentif yang ada tadi, ditambah lagi potongan harga dari pengembang, akan lebih menguntungkan di masa mendatang karena nilai investasi akan lebih tinggi dan ada potensi kenaikan harga tanah,” katanya.

Menurutnya, saat ini konsumen properti juga sudah cerdas sebelum membeli properti. Calon pembeli properti pasti sudah mempertimbangkan akses, lokasi, jarak, fasilitas, dan harganya sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Adapun, Kota Podomoro Tenjo merupakan proyek yang dibangun di lahan seluas 650 hektare dan diproyeksikan sebagai The Next Serpong. Lokasinya bersebelahan dengan Tangerang Selatan atau sekitar 25 menit dari Tol Serpong-Balaraja sehingga aksesnya sangat mudah.

“Kami mempersiapkan sebuah kota satelit baru, di mana perumahan, ruko, sarana transportasi, dan infrastruktur berada di satu lokasi yang sama sehingga memudahkan mobilitas masyarakat produktif,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel