Insiden Bintang AC Milan dan Inter Belum Berakhir, Sanksi Bisa Lebih Berat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Insiden yang melibatkan Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku pada derby AC Milan melawan Inter Milan di perempat final Coppa Italia belum berakhir. Kabarnya keributan tersebut akan diselidiki Jaksa Penuntut Federal.

Seperti diketahui, keributan antara bintang Rossoneri dan Nerazzurri itu, diduga diwarnai berbagai penghinaan yang cukup pribadi, sebelum rekan satu tim turun tangan untuk memisahkan mereka.

Menurut il Corriere della Sera, insiden itu akan diselidiki Jaksa Penuntut Federal dan meminta bukti audio dan video untuk 'menganalisis secara rinci perilaku dan kata-kata kedua pemain.

Tidak dijelaskan kapan Kantor Kejaksaan FIGC akan membuat keputusan atau keputusan apa yang akan dibuat. Tapi, Hakim Olahraga telah mendiskualifikasi Ibrahimovic dan Lukaku untuk satu pertandingan di Coppa Italia.

Namun, hukuman itu hanya memperhitungkan berdasarkan kartu yang diterima oleh kedua penyerang tersebut. Ibrahimovic diusir keluar lapangan karena mendapat kartu kuning kedua dan praktis mendapat skorsing satu laga.

Sanksi Berat

Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Inter Milan pada pertandingan perempat final Coppa Italia di Stadion San Siro, Milan, Italia, Selasa (26/1/2021). Inter Milan menang 2-1. (Spada/LaPresse via AP)
Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Inter Milan pada pertandingan perempat final Coppa Italia di Stadion San Siro, Milan, Italia, Selasa (26/1/2021). Inter Milan menang 2-1. (Spada/LaPresse via AP)

Sementara, Lukaku menerima kartu kuning keduanya di kompetisi tersebut dan karena itu mendapat larangan bermain satu pertandingan juga. Karena laporan wasit Paolo Valeri tidak lengkap, Jaksa dapat mengevaluasi intervensi yang berpotensi meningkatkan hukuman.

Ibrahimovic sendiri memang bisa dijatuhi sanksi lebih berat jika diketahui sudah melakukan tindakan rasis. Meski begitu, Direktur Olahraga AC Milan Paulo Maldini memastikan Ibrahimovic tak pernah rasis.

Minta Maaf

Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic, kiri, menerima kartu merah saat pertandingan sepak bola babak 8 Piala Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion San Siro, di Milan, Italia, Selasa, 26 Januari 2021. (AP Photo / Antonio Calanni)
Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic, kiri, menerima kartu merah saat pertandingan sepak bola babak 8 Piala Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion San Siro, di Milan, Italia, Selasa, 26 Januari 2021. (AP Photo / Antonio Calanni)

"Kita lihat seperti apa perkembangannya. Kalau ada yang mencoba kaitkan ini dengan rasisme, kami siap membela pemain kami. Soalnya Ibra tak pernah rasis," ujar Maldini, eks bek AC Milan era 1980-an sampai 2000-an.

" Ibrahimovic sudah meminta maaf kepada tim karena membuat main dengan 10 orang. Lukaku menyerang rekannya sendiri tanpa alasan, Ibrahimovic datang untuk membela."

Bantah

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berebut bola udara dengan bek Atalanta, Cristian Romero pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion San Siro, Minggu (24/1/2021). AC Milan tumbang atas Atalanta dengan skor telak 0-3. (AP Photo/Antonio Calanni)
Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berebut bola udara dengan bek Atalanta, Cristian Romero pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion San Siro, Minggu (24/1/2021). AC Milan tumbang atas Atalanta dengan skor telak 0-3. (AP Photo/Antonio Calanni)

Di pihak Inter, Direktur Sport klub tersebut, Beppe Marotta, membantah kabar soal Lukaku menyerang rekannya sendiri.

"Gambar sudah menunjukkan dengan jelas. Saya bisa bilang kenal Lukaku cukup baik, dia bukan orang yang agresif," ujar Marotta.

"Karena ini bukan hal bagus untuk sepak bola Italia atau sepak bola secara umum, tugas kami sebagai klub untuk mendidik pemain agar tidak bersikap seperti ini."

Laga Derby

Inter Milan dan AC Milan bakal jalani derby lagi dalam waktu dekat. Kali ini, kedua tim akan jumpa dalam laga derby di Liga Ltalia.

"Anak-anak menonton dan kita hanya ingin memperlihatkan imej yang positif, jadi tak boleh ada kekerasan termasuk kekerasan verbal," ujarnya.

Simak Video Menarik Berikut Ini