Insiden Instruktur Yoga Tidak Sengaja Patahkan Tulang Paha Seorang Wanita

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Yoga telah menjelma jadi salah satu olahraga yang digandrungi selama pandemi. Selain menjaga kebugaran fisik, latihannya juga dipercaya sebagai cara tetap terhubung dengan kondisi mental, sesuatu yang penting di kondisi serba tidak pasti seperti sekarang.

Namun, sebagaimana olahraga pada umumnya, latihan yoga juga bukan tanpa risiko. Kisah seorang wanita asal China ini bisa jadi salah satu contohnya. Namun dalam kasusnya, melansir SCMP, Sabtu, 2 Oktober 2021, keteledoran ini mengarah pada instruktur yoga yang seharusnya menjaga latihan tersebut tetap aman.

Ia berencana menuntut sebuah studio yoga setelah instrukturnya secara tidak sengaja mematahkan tulang pahanya pada pertemuan pertama kelas privat, Agustus lalu. Selama kelas, Wang mengaku diminta berlatih dragon pose, gerakan membuka pinggul dengan berbagai variasi yang berasal dari postur seperti lunge.

Wang mengatakan, si instruktur memberi arahan dan mengatakan bahwa kaki kirinya berada di posisi yang salah. "Ia menekan paha saya, dan menekan terlalu keras. Tiba-tiba, saya hanya merasakan sakit yang parah dan tidak bisa bergerak sama sekali," kata Wang.

Ternyata kakinya patah dan membutuhkan perhatian medis. Instruktur bermarga Li ini kemudian memanggil ambulans untuk membawa Wang ke rumah sakit dan dokter mengatakan ia mengalami patah tulang di bagian paha dan perlu dioperasi.

Pihak studio telah membayar 50 ribu yuan (Rp112 juta) untuk biaya pengobatan. Namun, pihaknya menolak membayar lebih ketika wanita itu meminta kompensasi untuk perawatan di masa depan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peningkatan Cedera karena Yoga

Ilustrasi pose yoga, camel pose atau ustrasan. (dok. unsplash/@emdjay)
Ilustrasi pose yoga, camel pose atau ustrasan. (dok. unsplash/@emdjay)

Wang pulang dari rumah sakit setelah 16 hari perawatan, tapi mengatakan ia masih belum bisa berjalan. "Saya membayar 6 ribu yuan (Rp13,3 juta) dari kantong saya sendiri untuk perawatan medis," ucapnya.

"Rumah sakit mengenakan biaya 56 ribu yuan dan studio yoga hanya menanggung 50 ribu yuan," tutur Wang. "Apalagi akan ada biaya lain untuk rehabilitasi di masa depan dan pekerjaan saya akan terpengaruh karena cedera ini. Saya ingin kompensasi yang wajar."

Di sisi lain, pihak studio dilaporkan sedang mempersiapkan gugatan. Ahli ortopedi di China mengatakan mereka telah melihat peningkatan jumlah kunjungan karena cedera yang berhubungan dengan yoga, meski biasanya tidak seserius tulang paha yang patah, media pemerintah Xinhua melaporkan.

Jenis Cedera yang Umum

Ilustrasi Yoga Credit: pexels.com/Elly
Ilustrasi Yoga Credit: pexels.com/Elly

Di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhejiang, dokter menerima tiga hingga empat pasien cedera akibat yoga per bulan. Jumlah itu jauh lebih banyak dari tahun lalu, kata laporan itu. Kebanyakan dari mereka adalah wanita muda.

Pan Jun, seorang dokter dari departemen ortopedi rumah sakit, mengatakan masalah umum yang disebabkan olahraga berlebihan dalam yoga adalah tonjolan cakram lumbal, ketegangan ligamen, perubahan otot, kerusakan lutut, robekan tulang lunak, dan cedera tendon tumit.

"Banyak pasien mengaku merasa sulit menahan berat badan mereka ketika melakukan beberapa pose yoga, tapi mencoba melanjutkan. Cara berlatih seperti ini, menantang batas tubuh manusia, sering kali menyebabkan hasil yang buruk bagi kesehatan mereka," kata Pan.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah COVID-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel