Insiden Penembakan Pria Kulit Hitam, Biden: Trauma Itu Nyata

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden meminta massa demonstran yang terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian di Kota Minneapolis untuk tetap tenang. Massa turun ke jalan sebagai reaksi atas kasus penembakan pria kulit hitam bernama Daunte Wright (20) oleh polisi setempat.

Biden mengatakan telah melihat rekaman dari kamera tubuh aparat saat peristiwa kejadian dan mengambil penyelidikan atas peristiwa yang terjadi. Biden turut berduka atas insiden berdarah tersebut.

"Kami tahu bahwa kemarahan, rasa sakit, dan trauma di tengah komunitas kulit hitam itu nyata," kata Biden dari Oval Office dilansir CNA, Selasa, 13 April 2021.

Tapi, Biden menambahkan "Tidak membenarkan kekerasan dan penjarahan,"

Sebelumnya, aparat Kepolisian Kota Minneapolis, Amerika Serikat, menembak seorang pria kulit hitam secara fatal saat diduga melakukan pelanggaran lalu lintas di pinggiran kota Minneapolis. Aksi brutal polisi AS menuai protes warga dengan turun ke jalan mengecam tindakan brutal aparat.

Daunte Wright (20) ditembak aparat pada Minggu, 11 April 2021, setelah sempat berdebat dengan polisi karena pelanggaran lalu lintas. Saat diperiksa identitasnya oleh polisi, ditemukan surat perintah penangkapan atas namanya yang belum dieksekusi.

Ketika polisi berusaha untuk menahannya, Wright malah kembali ke mobilnya dan salah satu polisi melepaskan tembakan ke arah Daunte Wright dan mengenainya. Pria 20 tahun itu sempat memacu mobilnya hingga beberapa blok sampai akhirnya menabrak kendaraan lain dan meninggal dunia.

Kepala Polisi Pusat Brooklyn, Tim Gannon menggambarkan kematian akibat penembakan pada hari Minggu terhadap Daunte Wright sebagai tindakan yang tidak disengaja.

"Itu terjadi ketika polisi mencoba menangkap Wright dengan surat perintah yang belum terselesaikan," kata Gannon dalam konferensi pers dikutip CNA, Selasa, 13 April 2021.

Gubernur Minnesota, Tim Walz memberlakukan jam malam dan meningkatkan kehadiran aparat penegak hukum di seluruh area. Jumlah pasukan Pengawal Nasional Minnesota diharapkan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 1.000 pada Senin malam.

Sementara puluhan petugas anti huru hara dan pasukan menjaga kantor polisi Brooklyn Center, lebih dari 100 pengunjuk rasa meneriakkan nama Wright dan mengangkat tanda bertuliskan "Mengapa Daunte mati?" dan "Jangan tembak". Beberapa mobil yang lewat mengibarkan bendera Black Lives Matter dari jendela mereka dan membunyikan klakson dukungan.