Insinyur Lokal Siap Terlibat Bangun Ibu Kota Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Kementerian PPN/Bappenas sepakat untuk melakukan kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional antara lain dalam bidang seperti Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), Pembangunan Kepariwisataan serta Pembangunan Rendah Karbon, Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular.

Ketua Umum PII, Heru Dewanto mengatakan para insinyur harus bisa memberikan yang terbaik untuk menjawab permasalahan-permasalahan di Indonesia seperti soal energi dan IKN.

"Para insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun energi baru terbarukan untuk menggantikan energi fosil, tapi juga ditantang untuk melakukan transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan, yang mampu membuka potensi energi terbarukan di berbagai daerah di nusantara," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/8/2021).

Menurut Heru Dewanto, para insinyur yang nanti terlibat dalam pembangunan IKN, tidak hanya ditantang untuk membangun kota yang smart, green, sustainable, modern, berstandar internasional dan bisa jadi identitas bangsa, akan tetapi juga ditantang untuk membangun IKN yang bisa mendorong perekonomian negara.

"Menjadi big push strategi pemulihan ekonomi nasional, acuan standar baru ibu kota dunia, menjadi cawan bagi ledakan kelahiran inovasi teknologi anak bangsa, dan menjadi pusat keuangan regional dan dunia yang baru," tegasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Paradigma Ekonomi

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto.

Heru juga mengatakan para insinyur ditantang untuk mengubah paradigma ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sekretaris Kementerian PPN / Bappenas, Himawan Hariyoga mengatakan di kondisi saat ini, termasuk di kondisi pandemi, semua pihak tidak bisa lagi berpikir dengan cara yang sama. Kata dia, harus ada paradigma dan pendekatan baru yang diterapkan, termasuk dalam pembangunan nasional.

"Kita memerlukan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, tidak cukup pemerintah bergerak sendirian, diperlukan kerjasama multipihak yang salah satunya dibutuhkan kerjasama dengan PII," ujarnya.

Ia juga berharap paradigma dan pendekatan baru, dapat diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, yang rencananya dibangun di wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara yang keduanya masuk di wilayah Kalimantan Timur.

"Pengembangan IKN sebagai ajang pengembangan inovasi dan teknologi para insinyur. IKN akan diarahkan sebagai kota dunia untuk semua, simbol negara maju," terangnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel