Inspektorat DKI ingin Bus Anti Korupsi keliling tempat keramaian Jakut

Inspektorat Provinsi DKI Jakarta menginginkan

Bus Anti Korupsi berkeliling ke tempat keramaian agar gerakan anti korupsi sejak dini bisa menyasar lebih banyak anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta Utara.

"Bus Anti Korupsi akan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya, tapi nanti kami terus lanjutkan dengan mengunjungi Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), Ancol, dan tempat keramaian lainnya," ujar Inspektur Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat di Koja, Jakarta Utara, Jumat.

Saat menghadiri penutupan Gebyar Anti Korupsi di SMAN 13 Jakarta Utara, dia mengapresiasi Bus Anti Korupsi tampil dengan nuansa dan penampilan menarik saat kampanye Gerakan Anti Korupsi di Jakarta Utara dengan tulisan "Keren Tanpa Korupsi".

Para peserta kampanye, yakni pelajar SD, SMP dan SMA di Jakarta Utara. Kegiatan ini disambut antusias di SMK 1 Perguruan Cikini di Rawa Badak Utara, Koja, pada Rabu (2/11) dan SMKN 56 Jakarta di Pluit, Penjaringan pada Kamis (3/11).

Baca juga: Pemkot Jakut sosialisasi sembilan nilai antikorupsi ke siswa sekolah


Selain itu SMAN 13 Jakarta di Rawa Badak Utara, Koja, pada Jumat. "Pak wali dan seluruh timnya dengan antusias menjalankan gerakan kampanye budaya anti korupsi," katanya.

Menurut dia, kegiatan ini adalah ikhtiar bersama sehingga akan terbentuk pemahaman mengenai pentingnya implementasi dari nilai-nilai budaya anti korupsi.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, edukasi yang diberikan selama tiga hari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah mengenai sembilan nilai anti korupsi guna mencegah terjadinya tindakan korupsi di berbagai sektor sejak dini.

"Hari ini, tepatnya di SMAN 13 Jakarta kami adakan acara penutupan kegiatan Gebyar Anti Korupsi yang sudah berlangsung selama tiga hari di Jakarta Utara," ujar Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim di SMAN 13 Jakarta, Jumat.

Baca juga: Pemkot Jaksel minta masyarakat laporkan perilaku korupsi
​​​​​​
Ia berharap Gebyar Anti Korupsi dapat menjadi agenda rutin yang bukan hanya dilaksanakan di sekolah-sekolah tapi juga di tempat keramaian lainnya.

"Ini merupakan kegiatan edukasi dan bukti nyata untuk menunjukkan komitmen bersama dalam upaya pemberantasan tindakan korupsi," katanya.

Apalagi ada Bus Anti Korupsi yang representatif menjadi satu moda untuk menyosialisasikan nilai-nilai anti korupsi ke beberapa tempat.

Rangkaian acara Gebyar Anti Korupsi yang telah berlangsung di Jakarta Utara diharapkan menjadi pemacu dan motivasi bagi generasi penerus bangsa untuk membekali diri dengan sembilan nilai-nilai anti korupsi.

Yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, berani, sederhana dan adil.