Inspirasi Bupati Johny Kamuru Merawat Kehidupan Beragama di Sorong

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Sorong - Pemerintah Kabupaten Sorong berkomitmen menopang pembangunan di bidang keagamaan. Wujudnya pemberian bantuan pembangunan tempat peribadatan, bantuan pelayanan kegiataan keagamaan, dan juga honorarium yang layak kepada para tokoh agama dan adat.

Bupati Sorong Johny Kamuru menyebutkan mulai 2017 hingga akhir 2020 pihaknya telah membangun 193 rumah ibadah, seperti gereja, masjid, wihara dan pura di distrik dan kampung-kampung pedalaman.

"Kebijakan ini sudah berjalan sejak saya menjabat sebagai Kabag Keuangan. Mengapa saya getol melakukannya?" kata bupati, dikutip dari buku Johny Kamuru, Pemimpin yang Melayani yang ditulis Ayu Arman.

Pertama, karena masyarakat belum mampu membangun sarana dan tempat peribadatan secara mandiri. Tugas pemerintahlah yang membangun tempat-tempat peribadatan tersebut.

Kedua, karena agama memiliki peran penting dalam pembangunan. Agama adalah landasan moral, spiritual, dan etika guna mewujudkan keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan agama yang terimplementasikan dengan baik dan benar menghasilkan generasi yang memberikan perubahan dan kemajuan. Sebab, semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk bekerja produktif. Kerja itu bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan juga untuk kepentingan orang lain, terutama dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Johny menandaskan, agama menjadi faktor yang penting dalam membangun karakter dan moral sumber daya manusia. Pendidikan akademik tinggi tidak akan ada artinya tanpa disertai dengan kecerdasan spiritual (keagamaan) ini.

Namun, Johny mengakui, pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri mewujudkan itu. Kami harus menjalin kerja sama dengan para tokoh agama dan adat dalam melakukan pembinaan.

"Oleh karena itu, saya memberi perhatian besar juga kepada para tokoh adat dan pemuka agama (pendeta, pastur, ustaz, pandita, biksu."

Pemerintah memberi gaji intensif setiap bulan sebesar Rp 1 juta kepada seluruh tokoh agama dan adat di antero Kabupaten Sorong dan memberikan penghargaan kepada mereka dengan cara melakukan perjalanan spiritual ke tempat suci agama-agama mereka.

Agama itu Kunci

Bupati Johny Kamuru bersama masyarakat adat
Bupati Johny Kamuru bersama masyarakat adat

Pemerintah juga selalu mendukung program-program pelayanan dan kegiatan keagamaan secara penuh di seluruh distrik dan kampung terpencil sekalipun.

"Itu saya lakukan karena saya benar-benar merasakan betapa pentingnya peran agama dalam kehidupan kita ini. Agama adalah pencerah hati kita. Dan, hati merupakan pusat kehidupan dan cermin dari sebuah kepribadian manusia," kata Johny.

Dia melanjutkan, manusia berhati baik akan menunjukkan sikap atau pribadi yang baik. Hati yang baik akan membentuk sikap saling mengasihi dan tulus-ikhlas dalam bertindak atau berbuat sesuatu. Semua perbuatannya akan selalu mengarah pada kebaikan meski di tengah perbedaan. Itulah esensi hidup manusia. Saling mengasihi dan melayani untuk kebaikan diri dan dunia ini.

Ajaran untuk saling mengasihi adalah inti semua ajaran agama. "Oleh karena itu, saya ingin membangun kehidupan masyarakat Kabupaten Sorong dengan penuh kasih dan hidup damai bersama orang lain yang berbeda dengan kita," tuturnya.

Dia mengatakan toleransi umat beragama di masyarakat Sorong telah terbangun sejak zaman dahulu. Hal itu dibuktikan dengan hubungan antara warga yang berbeda agama berjalan harmonis dari waktu ke waktu. Jika umat nasrani merayakan Natal, misalnya, umat muslim biasanya menjadi panitia. Begitu pun sebaliknya.

Johny Kamuru sendiri selalu menyiapkan waktu menghadiri secara tatap muka acara-acara keagamaan seperti kala tiba Lebaran, Natal, maupun Waisak. Ketika Ramadan tiba, saya selalu menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa dan mengikuti safari Ramadan ke pedalaman-pedalaman.

"Sesibuk apa pun saya, ketika setiap anggota masyarakat saya meninggal dunia, tidak peduli apa agamanya, saya selalu menghadiri prosesi pemakamannya. Itu adalah cara saya memberi penghormatan terakhir kepada mereka yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk memimpin mereka.

Penyumbang Terbesar Indeks Kerukunan Beragama

Pelepasan haji di Sorong
Pelepasan haji di Sorong

Kabupaten Sorong dinobatkan sebagai penyumbang terbesar dalam indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Papua Barat oleh Kementerian Agama. Pada 5 September 2020, Kelurahan Malagusa di Distrik Aimas ditetapkan sebagai Kampung Sadar Kerukunan dan ditunjuk sebagai pilot project di Papua Barat.

Dipilihnya Malagusa karena kelurahan ini memiliki fasilitas tempat ibadah dalam satu wilayah yang mewakili masing-masing agama. Di sana ada wihara, masjid, gereja dan pura. Semua berdiri berdampingan.

Johny Kamuru merangkul seluruh tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda yang berada dalam rumah bernama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk bergandeng tangan sekuat tenaga merawat dan meningkatkan toleransi umat beragama di Kabupaten Sorong yang selama ini telah terbangun dengan baik. Dia menegaskan, masyarakat tidak boleh terprovokasi oleh apa pun dari luar.

Dia mengajak semua harus menjaga keindahan dan kekayaan dari kerukunan umat beragama ini. Kerukunan umat beragama adalah pranata yang mesti kita jaga sehebat-hebatnya. Ini modal sosial yang mahal.

"Pembangunan yang terlihat bisa seketika menjadi api dan abu tatkala perbedaan ini menjadi pemicu kebencian dan kerusuhan rasial."

Saksikan Video Pilihan Ini