Inspiratif, 8 Orang Ini Berhasil Mewujudkan Mimpi Masa Kecilnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Waktu kecil sering kali anak-anak ditanya mengenai mimpi mereka. Jawaban yang didapat pasti beragam dari dokter, polisi, hingga astronaut.

Seiring bertambahnya usia, orang menjadi lebih pragmatis. Hal ini membuat mereka cenderung meninggalkan mimpi mereka saat kecil.

Namun, tidak sedikit pula orang-orang yang berhasil mencapai mimpi masa kecilnya. Dengan konsistensi serta ambisi yang besar, usaha mereka terbalaskan.

Dilansir Bright Side, Selasa (23/11/2021), berikut adalah beberapa kisah inspiratif yang membuat kita mengingat mimpi masa kecil kita. Orang-orang ini melakukan segalanya untuk mencapai ambisi masa kecil mereka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Gadis Lemah dengan Kemauan Kuat

Jennifer Bricker. (Facebook/Jen Bricker)
Jennifer Bricker. (Facebook/Jen Bricker)

Jennifer Bricker lahir tanpa kaki dan orang tuanya meninggalkannya. Dia kemudian diadopsi oleh Brickers yang mengajarinya untuk tidak mengatakan "Saya tidak bisa."

Sebagai seorang anak, Jen aktif dalam olahraga dan memutuskan untuk menekuni olahraga bidang senam. Kemudian pada usia 11 tahun, dia memenangkan Power Tumbling Championship di Illinois dan menempati posisi ke-4 di Junior Olympic Games.

Dia terpesona oleh pesenam Amerika Dominque Moceanu, pemenang medali emas di Olimpiade 1996. Lalu, pada usianya yang ke-16, Jennifer mengetahui bahwa idolanya tersebut sebenarnya adalah kakak perempuannya.

Jennifer kemudian bersatu kembali dengan keluarga kandungnya. Kemudian dia berpartisipasi dalam Britney Spears Tour dan menulis memoarnya. Saat ini Jennifer adalah seorang akrobat.

2. Aktivis Pendidikan Penerima Nobel

Malala Yousafzai. (Wikimedia Commons)
Malala Yousafzai. (Wikimedia Commons)

Malala Yousafzai dari Pakistan adalah orang yang selalu ingin belajar. Dia senang belajar dan sangat ingin mendapatkan pendidikan. Pada 2009 di usianya yang ke-11, dia menulis blog untuk BBC, berbicara tentang hidupnya di bawah rezim Taliban yang telah menghancurkan sekolah dan melarang anak perempuan menghadiri kelas.

Karena dia aktivis, pada 2012 ada percobaan pembunuhan untuknya, dia ditembak di dekat bus sekolah saat pulang. Namun, dia pulih dan melanjutkan aktivitasnya. Malala telah memenangkan banyak penghargaan dan hadiah, telah berbicara di PBB, menerbitkan sebuah buku, dan telah bertemu dengan berbagai politikus.

Malala kemudian melanjutkan studinya dan membangun sebuah yayasan Malala Fund untuk membantu anak perempuan mendapatkan pendidikan. Pada 2014, ia menjadi penerima Hadiah Nobel Perdamaian Termuda.

3. Alexander Misurkin

Alexander Misurkin di ISS. (Wikimedia Commons)
Alexander Misurkin di ISS. (Wikimedia Commons)

Star Wars telah membangkitkan minat pada ruang angkasa bagi banyak anak, termasuk Alexander Misurkin. Sebagai anak laki-laki berusia 12 tahun, tanpa ragu sedikitpun dia mengatakan bahwa ia ingin menjadi astronot. Ia kemudian membuat rencana untuk itu dan mengikutinya.

Untuk lebih dekat dengan mimpinya, anak tersebut mulai menghadiri klub aero. Setelah itu, ia menjadi pilot dan 7 tahun kemudian ia terdaftar sebagai calon kosmonot. Alexander telah berhasil melakukan 2 pnerbangan dengan total durasi 334 hari 11 jam dan 29 menit, serta melakukan perjalanan ruang angkasa sebanyak 4 kali.

4. John Tavares

John Tavares dengan sprei Toronto Maple Leafs. (Twitter/@91Tavares)
John Tavares dengan sprei Toronto Maple Leafs. (Twitter/@91Tavares)

Setelah pemain hoki Kanada John Tavares menandatangani kontrak dengan Toronto Maple Leafs, dia mengunggah foto masa kecilnya untuk memberi tahu penggemarnya tentang acara penting ini.

Tempat tidur masa kecilnya juga menggunakan sprei bermotif nama dan logo Toronto Maple Leafs. John ingin menjadi bagian dari tim ini sejak kecil dan pada udia 27 tahun ia mewujudkan mimpinya.

5. Kylian Mbappe

Kylian Mbappe meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2017 saat mencuat bersama Monaco. Bakatnya terus berkembang usai dirinya bergabung bersama PSG. Mbappe juga sukses mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 sekaligus mencetak gol di partai final. (AFP/Franck Fife)
Kylian Mbappe meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2017 saat mencuat bersama Monaco. Bakatnya terus berkembang usai dirinya bergabung bersama PSG. Mbappe juga sukses mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 sekaligus mencetak gol di partai final. (AFP/Franck Fife)

Seorang pesepak bola muda dan menjanjikan bernama Kylian Mbappe bermimpi memiliki karier di sepak bola sejak kecil. Cristiano Ronaldo adalah idolanya. Patut dicatat bahwa ia pernah memiliki kesempatan untuk bermain dengan idolanya di sebuah klub.

Namun Kylian menolak untuk pindah ke Spanyol dan segera menandatangani kontraknya dengan tim lain di Monaco. Pada 2017, ia mendapat penghargaan Golden Boy. Dan pada usia 19 ia memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia FIFA 2018.

6. Sir Patrick Stewart

Sir Patrick Stewart dalam Star Trek: Picard. (IMDb)
Sir Patrick Stewart dalam Star Trek: Picard. (IMDb)

Sir Patrick Stewart di twitternya menulis, "Sejak saya masih kecil, saya berfantasi tentang menjadi peternak lebah dan akhirnya saya melakukannya. BeeStew!"

Ini bukan pertama kalinya impian aktor ini menjadi kenyataan.

Pada 1997, ia memainkan peran utama dalam Othello karya Shakespeare. Ini adalah peran yang dia impikan sejak usia 14 tahun.

7. Erinn Smart

Para penari tampil di depan logo Olimpiade saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). (Foto: AP/Pool/Dylan Martinez)
Para penari tampil di depan logo Olimpiade saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). (Foto: AP/Pool/Dylan Martinez)

Sebagai seorang anak, Erinn Smart bermimpi mewakili Amerika Serikat di Olimpiade. Pada usia 11 tahun, dia dan saudara laki-lakinya Keeth mulai berlatih anggar dengan pemenang medali Olimpiade Peter Westbrook. Sejak itu Erinn banyak menghabiskan waktu berlatih dan mengikuti kejuaraan nasional dan dunia.

Dia akhirnya mencapai tujuannya dan mewakili Amerika Serikat di Olimpiade 2004. Pada tahun 2008 ia kembali berkompetisi di Olimpiade dan memenangkan medali perak. Kakaknya juga menjadi bagian dari tim nasional tahun itu dan membawa negara itu medali perak.

8. Erinn Smart

Melati Wijsen dan gerakan Bye Bye Plastic Bags di Bantar Gerbang, 2019. Dok: Melati Wijsen
Melati Wijsen dan gerakan Bye Bye Plastic Bags di Bantar Gerbang, 2019. Dok: Melati Wijsen

Dua saudara perempuan dari Bali ingin membersihkan pulau kediaman mereka. Pada 2013, Melati yang berusia 12 tahun dan Isabel WIjsen yang berusia 10 tahun memberikan perhatian serius terhadap masalah pencemaran pulau mereka. Gadis-gadis itu berhasil mengatur kampanye pengumpulan sampah, yang berhasil menggaet 12.000 sukarelawan.

Mereka juga berbicara di TED Talk dan menerima Bambi Awards. Melati dan Isabel mendirikan organisasi bernama "Bye Bye Plastic Bags" yang kini memiliki banyak mitra. Mereka juga mengadakan presentasi membagikan tas yang terbuat dari bahan organik.

Ini semua dimulai dengan pengumpulan 100.000 tanda tangan untuk petisi yang ditujukan kepada gubernur. Namun, selama satu setengah tahun gubernur tidak bereaksi terhadap permintaan Melati dan Isabel.

Kemudian mereka melakukan aksi mogok makan untuk menunjukkan betapa seriusnya niat mereka. Hari-hari berlalu dan gadis-gadis itu akhirnya menemukan diri mereka di kantor gubernur yang menandatangani nota kesepahaman yang melarang kantong plastik.

Penulis: Anastasia Merlinda

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel