Institut Tazkia mulai seleksi bakal calon rektor

Institut Agama Islam (IAI) Tazkia memulai proses seleksi bakal calon rektor periode 2023-2027 sebagai bentuk komitmen tinggi Tazkia yang didaulat sebagai Kampus Pelopor Ekonomi Syariah di Indonesia secara terbuka dan melibatkan berbagai stakeholders, tidak terbatas pada keputusan yayasan semata.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia Prof Dr Muhammad Syafii Antonio, saat konfirmasi di Kota Bogor, Rabu, mengatakan, proses seleksi yang terbuka bertujuan untuk memulai tradisi menjalankan tata kelola organisasi yang baik.

"Proses seleksi bakal calon Rektor periode tahun 2023-2027 untuk memimpin perguruan tinggi yang diharapkan mampu menghasilkan sumber daya insani yang kompeten untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang pada era Revolusi Industri 4.0 dengan landasan Al Qur’an, Sunnah dan Pancasila di bumi Nusantara," katanya.

Baca juga: IAI Tazkia-Pemkot Bogor kerja sama pengembangan ekonomi syariah

Syafii Antonio menyampaikan sosialisasi seleksi calon Rektor IAI Tazkia telah dimulai pada Selasa (1/11) dengan didampingi Ketua Yayasan Dr. Ir. M Budi Djatmiko.

Yayasan Tazkia Cendikia telah menugaskan Panitia Seleksi Rektor yang dipimpin Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Ketua I Yayasan sebagai Ketua Pansel dengan tim internal kampus.

Dia mengemukakan berbagai tantangan masa depan Indonesia dan Pendidikan Tinggi pada era Revolusi Industri 4.0, membuat pentingnya proses transfromasi Institut Tazkia menuju Universitas Tazkia pada tahun 2025.

Baca juga: Rektor Tazkia: Indonesia perlu belajar produk halal Malaysia-Thailand

Transformasi meliputi rencana pembukaan beberapa program studi baru seperti Teknik Informatika dan Sistem Informasi serta prodi-prodi terapan yang diperlukan di sektor riil pada masa depan.

Pembukaan beberapa program studi ini diharapkan dapat mempersiapkan kampus Institut Tazkia untuk lebih merespon kebutuhan pengguna lulusan dari sektor riel, keuangan syariah dan ZISWAF pada masa depan.

Oleh karena itu, kata Syafii, calon rektor yang diharapkan Tazkia dapat menggiring proses transformasi sesuai tantangan ke depan.

“Lulusan Tazkia perlu lebih banyak hadir dan berperan dalam berbagai sektor industri yang riil sesuai dengan peran Indonesia sebagai Negara anggota G20 dan ke depan diprediksi menjadi salah satu Negara dengan kekuatan ekonomi lima besar dunia, Insya Allah,” ujar Syafii Antonio.

Baca juga: Bantu mahasiswa, Kaltim-IAI Tazkia jalin kerja sama program beasiswa

Ketua I Yayasan Tazkia Cendikia sebagai Ketua Panitia seleksi pansel calon rektor IAI Tazkia Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf mengajak kepada seluruh pegiat ekonomi syariah dan sektor riil halal yang mempunyai komitmen tinggi untuk bergabung menjadi Bakal Calon Rektor Institut Tazkia 2023-2027.

Pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 18 Oktober hingga batas akhir penjaringan bakal calon tanggal 18 Nopember 2022.

Ahmad Mukhlis yang juga mantan Pemimpin Umum LKBN Antara menyampaikan bahwa penjaringan Bakal Calon Rektor Tazkia ini dilakukan secara terbuka dan transparan baik kepada internal Sivitas Institut Tazkia maupun dari kalangan eksternal Tazkia dengan harapan mendapatkan kandidat-kandidat terbaik Bakal Calon Rektor Tazkia 2023-2027.

Baca juga: Kemenperin sosialisasi ajang IHYA, jaring industri halal berkualitas

Persyaratan balon Rektor diharapkan memiliki kualifikasi sebagai berikut: 1. Memiliki ghirah ke-Islaman dan komitmen kebangsaan. 2. Memahami tren dan perkembangan pasar ekonomi syariah, bisnis digital dan ekosistem halal di Indonesia dan kawasan regional. 3. Memiliki kecakapan dan minat pengembangan pendidikan tinggi berbasis pengembangan ekosistem halal dan teknologi informasi. 4. Berjiwa muda, berwawasan terbuka, inklusif dan dinamis.

Kemudian, 5. Calon kandidat yang terpanggil komitmennya dapat mengikuti prosedur dan proses seleksi yang dapat diakses melalui link: https://seleksirektor.tazkia.ac.id/, dengan mengisi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan. 6. Setelah masa penjaringan Bakal Calon Rektor dilakukan, Panitia Pemilihan Rektor akan melanjutkan tahapan berikutnya dengan memilih Calon Rektor Tazkia melalui Senat Institut Tazkia sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Yayasan Tazkia Cendekia sebagai Pemberi Mandat.

Baca juga: MES dorong ekonomi syariah Indonesia jadi pemain global
Baca juga: Erick Thohir: Maulid jadi momentum untuk akselerasi ekonomi syariah