Instruksi Penting Kolonel TNI Penembus Sarang FPI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Masih segar diingatkan kita bagaimana aksi-aksi memukau penuh keberanian yang ditunjukkan Komandan Komando Distrik Militer 0501/Jakarta Pusat Berdiri Sendiri, Kolonel TNI Luqman Arief dalam beberapa peristiwa penting di Ibukota Jakarta.

Mulai dari meredam amarah warga Kwitang, yang kesal pada ulah petugas kepolisian dalam memukul mundur perusuh dalam unjukrasa menolak UU Omnibus Law, hingga menembus markas ormas FPI, saat peculutan baliho Rizieq Shihab dan juga ketika melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Petamburan III, KS Tubun, Tanah Abang, Jakpus.

Selain terkenal berani serta humanis dalam menormalkan situasi keamanan Ibukota Jakarta, Kolonel TNI Luqman juga terkenal tegas dalam menegakkan disiplin kepada prajurit TNI di bawah komandonya. Ketegasannya terlihat jelas dalam instruksi-instruksi yang diberikan kepada pasukannya di Kodim 0501/JP BS.

Dari informasi yang dihimpun VIVA Militer, Selasa 1 Desember 2020, Kolobel TNI Luqman memimpin apel dan memberikan jam komando. Ada beberapa instruksi penting yang diberikannya.

"Agar bijak dalam penggunaan medsos jangan sampai merugikan diri kita sendiri, keluarga dan Satuan. Jangan sampai terbawa arus dan agar selalu mengingatkan sesama anggota," kata Kolonel TNI Luqman.

Selain itu, Kolonel TNI Luqman juga menegaskan tentang penting menggencarkan komunikasi sosial bagi prajurit TNI kepada masyarakat. Dan tidak arogan kepada masyarakat.

"Lakukan komunikasi sosial secara aktif di lapangan dengan berbagai elemen masyarakat, bantu solusinya apabila ada permasalahan-permasalahan di masyarakat, jangan bersikap arogan yang justru merusak citra baik Satuan Kodim 0501/JP BS dan TNI," katanya.

Yang tak kalah penting dalam instruksinya, Kolonel TNI Luqman mewanti-wanti prajurit TNI agar jangan sekali-kali coba-coba memiliki, mengkonsumsi apalagi mengedarkan narkoba. "Tidak ada anggota Kodim yang terjerat narkoba, sudah jelas hukumannya," katanya.

Untuk diketahui, jam komandan merupakan bagian dari unsur pembinaan terhadap prajurit TNI dalam memelihara semangat dan korsa satuan dalam melaksanakan tugas-tugas teritorial, perlu dilaksanakan pembekalan dan pembinaan secara terus menerus secara periodik, sehingga kinerja satuan dalam mengemban tugas pokoknya dapat berjalan dengan lancar serta disertai dengan grafik peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitasnya.

Baca: 20 Jam Dibawa Kabur Buaya, Prajurit TNI Temukan Samsir di Tepi Sungai