Intan RJ Jalani Konsultasi ke Dokter Kejiwaan untuk Sembuhkan Trauma Ditinggal Suami

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Intan RJ sudah 1,3 tahun ditinggal sang suami, Wahyu Indra Utama. Hingga saat ini, ia masih sempat merasakan ketakutan.

Pemilik nama lengkap Intan Rizky Jaenab, mengaku masih takut mendengar sirene ambulans yang melintas dekatnya. Ia sampai melempar ponsel yang dipegangnya saat mendengar suara ambulans tersebut.

Hal itu diceritakan Intan kepada Maia Estianty, saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube AlElDul TV, Jumat (16/7/2021).

Kejiwaan Goncang

Intan RJ dan sang suami, Wahyu Indra Utama (Instagram/intanrj22 , foto oleh: Claudius Niketas Paskalis - Instagram/ claudiusnick)
Intan RJ dan sang suami, Wahyu Indra Utama (Instagram/intanrj22 , foto oleh: Claudius Niketas Paskalis - Instagram/ claudiusnick)

Setelah ditinggal sang suami, Intan RJ mengalami syok yang cukup berat. Hingga ia harus berkonsultasi ke dokter kejiwaan.

"Hampir (gila) sih bun, karena aku ke psikolog enggak mempan terus aku ke dokter kejiwaan. Aku merasa ada yang salah nih sama aku tapi apa ya, ada yang enggak sinkron antara otak dan hati tapi aku enggak menemukan apa itu," papar Intan.

Nikmati Jalan di Atas Duri

Intan RJ (Foto: Instagram/@intanrj22)
Intan RJ (Foto: Instagram/@intanrj22)

Setelah berkonsultasi, Intan RJ pun harus bisa menikmati hikmah di balik peristiwa yang dialaminya.

"Kesimpulannya pada akhirnya aku harus menikmati jalan di atas duri. Aku nikmatin berdarah-darahnya, sampai darahnya sembuh, ilang sampai segala macem. Lukanya juga harus dinikmatin pada akhirnya ya harus bisa dihadapi. Itu hikmahnya," lanjutnya.

Jual Barang Kenangan Suami

Tak ingin terus terpuruk dengan kesedihan, Intan RJ memutuskan untuk menjual semua barang-barang kenangan dengan suami.

"Awal-awal beliau meninggal, beliau suka ikan, suka burung, semuanya aku jualin. Aku enggak kuat. Kalau ada yang mau ambil, silakan, kalau mau kasih uang silakan, tapi aku enggak patok berapa. Terakhir aku masih susah untuk fight, untuk bisa hilangin trauma ini. Baru tiga minggu lalu dua mobil dijual," paparnya.

Minta Izin

Sebelum semua barang-barang kenangan tersebut dijual, Intan meminta izin kepada mendiang suami.

"Aku jualin aku ngerasa lebih lega aja. Itu juga aku minta izin sama almarhum secara batin. "Maaf ya pa aku jual-jualin, bukan apa-apa, bukan aku enggak sayang sama kamu, enggak tapi ada banyak hal yang harus aku lepas. Karena kamu aku rasa terlalu baik sama aku, aku terlalu sayang sama kamu, aku terlalu cinta sama kamu, aku lepas aja ya'. Aku jual aku merasa lega, anak-anak juga aku lihat lebih happy," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel