Intani-GSI canangkan Desa Digital di Yogyakarta dan Jateng

·Bacaan 2 menit

Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) bersama Yayasan Grha Sembada (GSI) mencanangkan desa digital di Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan pemerataan teknologi informasi di perdesaan.

Ketua Umum Intani Guntur Subagja di Jakarta, Rabu menyatakan momentum peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-76 harus digunakan untuk membangkitkan semangat gotong royong, membangun Indonesia dari desa-desa dengan mengoptimalkan potensi desa.

Guntur yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden menyatakan refocusing program Wapres di antaranya pengentasan kemiskinan, akselerasi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan industri halal dan ekonomi syariah.

"Platform digital dapat mendorong akselerasi program tersebut. Pak Wapres mendorong pembangunan desa digital (dedi), selain desa wisata agro (dewa), dan desa wisata industri (Dewi)," ujarnya melalui keterangannya.

Penasehat Intani sekaligus Pembina Yayasan GSI Gunawan Sumodiningrat menambahkan, untuk Yogyakarta pencanangan "Desa Digital, Desa Wisata Mandiri Pangan, Desa Pancasilais" dilaksanakan di Desa Guwosari Kabupaten Bantul dan Desa Ngalang, Kecamatan Gadangsari, Kabupaten Gunung Kidul.

Sedangkan untuk Jawa Tengah, lanjutnya, pencanangan desa digital di kawasan Wisata New Rivermoon Adventure, Pusur, Kabupaten Klaten.

"Desa digital adalah desa Pancasilais, yang berketuhanan, mandiri pangan, dan mampu mengoptimalkan potensi-potensi desanya,"katanya.

Dikatakannya, platform desa digital dibangun oleh Intani dan GSI, serta didukung anak-anak muda milenial yang ahli teknologi informasi dan digital yang bernaung dalam PT Desa Digital Global.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menanggapi positif upaya GSI dan Intani dalam mengembangkan dan menguatkan ekosistem pedesaan menjadi kawasan desa digital dan desa wisata, terlebih jika dilakukan ke semua desa di Indonesia.

Menurut dia, pengembangan desa digital dapat mendorong kemajuan semua bidang di desa-desa. Bukan hanya yang terkait pelayanan birokrasi di pedesaan saja, tetapi juga di bidang pendidikan, perekonomian dan wisata.

"Insya Allah wilayah Bantul akan bebas dari blank spot, dan masyarakatnya dapat mengakses jaringan internet tanpa gangguan sinyal. Digitalisasi adalah keharusan, dan secepatnya merambah sampai pelosok desa," ujarnya.

Baca juga: OJK dukung literasi dan inklusi digital hingga ke desa
Baca juga: BI targetkan transaksi digital bisa meluas hingga pelosok desa
Baca juga: Kemendes: Literasi digital masyarakat desa buka ekonomi baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel